Jelang Munas Kadin, Begini Jurus Jitu Visi Misi Dua Kandidat Caketum

  • Whatsapp

Jakarta, Sultrademo.co – Dua calon Kandidat yang akan memperebutkan kursi Ketua Umum (Ketum) pusat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan beradu program dimasa kepemimpinan periode 2021-2026. Munas Kadin ke-VIII (delapan) ini akan diselenggarakan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 30 Juni 2021 mendatang.

Dua kandidat tersebut yakni pertama, Anindya Bakrie yang merupakan putra sulung Aburizal Bakrie alias Ical, sekaligus Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk dan kadidat kedua yakni Arsjad Rasjid yang merupakan Direktur Utama PT Indika Energy Tbk.

Bacaan Lainnya

Menjelang Munas Kadin nanti, Anindya Bakrie mengatakan masih ingin meneruskan program-program yang berhasil dicapai oleh nakhoda Kadin sebelumnya sekaligus memperbaiki hal-hal yang perlu dievaluasi.

Tak hanya itu saja, dalam masa kepemimpinan mendatang, Anindya mengungkapkan bahwa Ketua Umum Kadin harus dapat membawa dunia usaha keluar dari tantangan pandemi Covid-19.

“Jadi Kadin harus bisa menjadi mitra pemerintah dalam membantu pemulihan ekonomi nasional. Artinya bagaimana supaya perusahaan-perusahaan tidak tutup, tenaga kerja tidak di-PHK, dan mengubah model bisnis serta menjawab tantangan ke depan, “ungkap Anindya Bakrie kepada awak media, Jumat (11/6/2021).

Lebih lanjut Anindya Bakrie bilang bahwa, selama pandemi Covid-19, dunia usaha khususnya yang bergerak di sektor UMKM sangat terpukul karena pembatasan aktivitas manusia.

Melihat tantangan tersebut, Anindya pun berpandangan Kadin dalam lima tahun mendatang harus berfokus pada mikroekonomi, alih-alih makroekonomi.

Bahkan dia juga berkeinginan membuat Business Solution Center, yang salah satunya berfungsi sebagai lembaga advokasi dan konsultasi dunia usaha.

“Melalui lembaga ini, pengusaha dan investor akan bertemu untuk melakukan business matching, sehingga peluang penanaman modal di dalam negeri bertumbuh dan meningkatkan lapangan usaha, “jelasnya

Selain itu sebagai mitra pemerintah, Anindya Bakrie memandang Kadin perlu memastikan anggaran pemulihan ekonomi nasional atau PEN yang digelontorkan negara tepat sasaran. Karena itu diperlukan lobi-lobi tingkat tinggi.

“Program PEN yang berjalan dengan dana Rp 600 triliunan itu mesti tepat sasaaran, mesti lebih bergulir, karena efek ekonominya lebih besar, “ucap Anindya Bakrie

Sementara itu, Caketum lain Arsjad Rasjid, memiliki visi berbeda. Ia ingin menjadikan Kadin rumah bersama bagi para pelaku usaha Indonesia.

“Dari usaha besar sampai usaha mikro, dari Sabang sampai Merauke, dari pusat dan daerah. Harapannya agar ada kolaborasi dari semua unit usaha yang ada sehingga mampu mendorong pertumbuhan yang berkeadiln dan inklusif, “jelasnya.

Arsjad Rasjid melihat, pertumbuhan ekonomi harus didorong oleh semua unit usaha Indonesia. Efek dari pertumbuhan ekonomi ini pun mesti dinikmati oleh seluruh warga Indonesia.

Oleh karena itu ia menyebut Kadin perlu memaksimalkan potensi daerah.

Selain itu dari sisi struktur organisasi, Arsjad menginginkan Kadin lebih efisien. Ia mengatakan saat ini terdapat 1.200 pengurus di Kadin Indonesia.

“Jumlah ini harus lebih dirampingkan, “kata Arsjad

Di sisi lain, Arsjad bilang bahwa Kadin mesti bisa menjadi bayangan pemerintah.

“Ibaratnya nanti kalau presiden kurang menteri, kami siap, bisa memberikan saran policy, “ucapnya.

Pos terkait