Makkah, Sultrademo.co – Seluruh jemaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan dalam kondisi sehat setelah sukses melewati fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Saat ini, seluruh jemaah Sultra telah kembali berada di Makkah.
Kabar baik ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sultra, H. Muhamad Saleh, melalui sambungan telepon pada Selasa (10/6/2025) Waktu Arab Saudi (WAS).
Saleh, yang juga tergabung dalam Tim Monev Haji Indonesia Tahun 1446 H/2025 M, menegaskan bahwa kelancaran seluruh proses ini tidak lepas dari upaya Kemenag dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh jemaah haji.
“Tahun ini, pelayanan haji menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi kenyamanan, keteraturan, hingga kualitas petugas,” ujar Saleh.
Ia menambahkan bahwa peningkatan ini merupakan hasil kerja keras Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar, yang disebutnya “visioner”, serta dedikasi para petugas haji yang semakin profesional.
Saleh menyoroti upaya diplomasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi yang berhasil membawa terobosan nyata, terutama dalam peningkatan fasilitas. Hal ini, menurutnya, turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
Kementerian Agama RI, melalui langkah-langkah nyata ini, kembali menegaskan bahwa pelayanan haji bukanlah semata urusan administratif atau seremonial.
“Tetapi merupakan amanah spiritual dan sosial yang agung, sebuah bentuk khidmat kepada tamu-tamu Allah yang menyatukan seluruh unsur bangsa dalam semangat pelayanan terbaik,” tegas Saleh.
Menurut Saleh, petugas haji tahun ini tampil lebih terlatih, ramah, dan siaga dalam berbagai situasi. Mereka tidak hanya hadir dalam pendampingan ibadah dan pengaturan logistik, tetapi juga aktif membantu jemaah secara langsung di lapangan.
Bantuan yang diberikan beragam, mulai dari mengarahkan saat thawaf, membantu jemaah lansia naik bus, hingga menenangkan mereka yang kebingungan atau kelelahan.
“Kehadiran petugas menjadi penopang utama kelancaran ibadah, sekaligus wujud nyata pelayanan yang tulus dan menyeluruh,” katanya.
Secara umum, jemaah Indonesia tahun ini menikmati peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Dukungan layanan kesehatan 24 jam juga menjadi nilai tambah penting bagi kenyamanan jemaah.
Petugas kesehatan sigap mengontrol jemaah haji, terutama lansia dan komorbid. Bahkan, beberapa jemaah haji memperoleh layanan kesehatan secara door-to-door. Berkat kesigapan petugas, tingkat kematian jemaah haji tahun ini dapat ditekan.
“Haji 2025 adalah cerminan dari kemajuan pelayanan haji Indonesia. Perpaduan kepemimpinan Kementerian Agama yang inovatif dan kinerja para petugas yang luar biasa membawa pengalaman ibadah yang lebih tertib, nyaman dan membanggakan. Semoga kualitas ini terus terjaga dan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang,” pungkas Saleh.
Laporan: Muhammad Sulhijah










