Kakanwil Kemenag Sultra Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Kegiatan ini dibuka secara virtual oleh Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Hj. Nyayu Khodijah, di Aula Hotel Fortune Kendari, Jumat (5/9/2025).

Bacaan Lainnya
 

Hadir secara virtual Kasubdit KSKK Madrasah, H. Abdul Basit, sebagai narasumber. Turut mengikuti kegiatan tersebut Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sultra Hj. Sitti Mardawiyah Kasim beserta tim kerja, pejabat fungsional, serta narasumber dari MAN Sidoarjo dan MTsN 1 Kota Kediri. Kepala madrasah dan guru madrasah se-Sulawesi Tenggara juga menjadi peserta.

Dalam sambutannya, Muhamad Saleh menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ikhtiar menghadirkan pendidikan yang bermakna, menyentuh hati, serta membentuk generasi berakhlak mulia.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Saleh menegaskan, KBC berlandaskan lima pilar cinta: kepada Sang Pencipta, kepada diri sendiri dan sesama, kepada lingkungan, kepada ilmu pengetahuan, serta kepada bangsa dan negara. Dengan pendekatan ini, guru diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar (mu’allim), tetapi juga pendidik (murabbi), teladan, sekaligus inspirasi bagi peserta didik.

“Anak-anak harus merasakan bahwa madrasah adalah rumah kasih sayang, tempat mereka bertumbuh dengan bahagia, berkarakter, dan berprestasi,” kata Saleh.

Ia menambahkan, Bimtek KBC sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam mewujudkan kerukunan, cinta kemanusiaan, serta pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi.

“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Terapkan hasil bimtek di madrasah masing-masing. Jadilah guru yang mendidik dengan hati, bukan sekadar metode,” ujarnya menandaskan.

Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Hj. Nyayu Khodijah, menyebut madrasah kini telah menjadi destinasi pendidikan masyarakat Indonesia dengan slogannya maju, bermutu, dan mendunia. Ia menilai penerapan KBC adalah gagasan luar biasa karena menitikberatkan pada Panca Cinta.

“Ini bisa menjadi ruh dalam semua bidang kehidupan,” kata Nyayu.

Nyayu juga mengapresiasi langkah cepat Kanwil Kemenag Sultra dalam menyosialisasikan KBC di seluruh madrasah, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama Dinas Pendidikan Sultra untuk penerapan KBC di sekolah umum.

Menurutnya, integrasi kurikulum Kemendikdasmen dan Kemenag akan menciptakan keunggulan tersendiri.

“Ini bukan hanya inti proses pendidikan, tetapi juga inti ajaran Islam. Sangat penting dan bermanfaat bagi masa depan pendidikan, terlebih dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Nyayu.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait