Kendari, Sultrademo.co – Kasus HIV di Kota Kendari terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai upaya pencegahan, pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai gencar menyosialisasikan penggunaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), yaitu obat pencegahan HIV yang bisa dikonsumsi oleh individu dengan risiko tinggi terpapar virus tersebut.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, upaya ini tidak hanya sebatas pemberian obat, tetapi juga melalui edukasi yang menyeluruh.
“Kita ingin mengajak mereka yang berisiko agar mau hadir dan mendapatkan edukasi. Prinsipnya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jika mereka merasa berisiko, bisa langsung minum obat sebelum virusnya berkembang,” jelas Hasria yang ditemui secara terpisah usai membuka Kampanye dan Sosialisasi Pemberian PrEP pada Pasangan ODHIV, Kamis, (17/07/25).
Diharapkan, dengan sosialisasi yang intensif, angka kasus HIV di Kendari bisa ditekan dalam beberapa tahun ke depan. Data selama tiga tahun terakhir akan menjadi bahan perbandingan untuk melihat efektivitas program ini.Hasria juga menyoroti beberapa faktor penyebab tingginya kasus HIV di kota ini.
“Faktor pergaulan bebas di tempat-tempat umum seperti hotel atau restoran turut berkontribusi,” katanya.
Penanganan terhadap orang dengan HIV (ODHIV) akan dilakukan secara humanis. Tidak hanya oleh dinas, tapi juga melalui dukungan keluarga dan komunitas.
“Pendekatan ke mereka ini tidak bisa langsung. Kita harus sabar, karena tidak mudah bagi seseorang untuk mengaku. Pendekatan pribadi dan pendampingan jadi kunci,” ujarnya.
Menariknya, pendamping bagi ODHIV ini seringkali berasal dari kalangan teman sebaya yang juga pernah terpapar HIV dan kini dalam proses pengobatan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena adanya empati dan pemahaman yang lebih mendalam.
Selain PrEP, pemerintah juga mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor dominan penyebab HIV di Kendari agar langkah pencegahan bisa lebih tepat sasaran.
Laporan : Hani
Editor : UL










