Kendari,Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya menata kawasan kumuh menjadi kawasan layak huni. Hingga saat ini tercatat kawasan pemukiman dan Pertanahan di Kota Kendari dengan kawasan kumuh berkurang mencapai angka 48 hektar atau dari 275 hektar pada 2019 menjadi 227 hektar pada 2020.
Berkurangnya luasan kawasan kumuh tersebut kata Wali Kota, tak lepas dari sinergi yang terbangun antra pihak Pemkot dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakni melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sultra.
“Ini semua tak lepas dari kerja keras pemerintah dalam menginventarisir sejumlah titik kumuh untuk kemudian dilakukan penanganan khusus,” tutur Wali Kota.
Wali Kota menuturkan, dalam mengatasi masalah kekumuhan Kota tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, maka dari itu ia mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi permasalahan tersebut.
“Syukur pemerintah pusat merespon pengajuan kita dan kini hasilnya sudah bisa dinikmati oleh masyarakat bahkan kawasan tersebut bisa menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah,” kata Sulkarnain Kadir.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Kendari tersebut lalu mencontohkan program kerjasama Pemkot dengan pihak BPPW Sultra dalam menata lingkungan. Kerjasama tersebut terlaksana melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) skala kawasan yang berada di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha.
Hasilnya, sekira 30 hektar luas kumuh di dua kawasan itu teratasi. Bahkan, wilayah dimaksud menjadi salah satu spot wisata terbaik di Kota Kendari.
Pasangan Siska Karina Imran ini optimis bahwa pihaknya bisa mengulang sukses seperti tahun sebelumnya. Pasalnya tahun ini, pihaknya kembali dipercaya untuk menata kawasan kumuh di Kelurahan Lapulu dan Pudai melalui program kotaku dengan anggaran sekira Rp 58 miliar.Tidak hanya itu, Kota Kendari turut mendapatkan bantuan program kotaku skala lingkungan untuk dua kelurahan yakni Lalolara dan Bonggoeya yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 miliar.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat untuk menghadirkan kawasan yang layak huni dan bebas dari kekumuhan,” imbuhnya.
Dari hasil pencapaiannya tersebut, Wali Kota berharap masyarakat bisa menjaga apa yang telah diraih, sehibgga nantinya masyarakat bisa menikmati hasilnya dalam skala waktu yang cukup lama.
“Semua harus bertanggungjawab atas wilayahnya masing-masing agar kita terbebas dari kekumuhan,” harapnya.(Sabtu,10/04/21).










