Kemenag Sultra Gandeng Densus 88 dan FKPT Perkuat Moderasi Beragama

Kendari, Sultrademo.co Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara menjalin kerja sama dengan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror (AT) Polri Sultra dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sultra dalam upaya memperkuat pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme melalui penguatan moderasi beragama.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh; Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Sultra, Kombes Pol Mas Jaya; dan Ketua FKPT Sultra, Hj. Andi Intang Dulung, di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (23/7/2025).

Bacaan Lainnya
 

Acara tersebut turut diikuti secara luring dan daring oleh pejabat administrator Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, kepala madrasah, dan kepala KUA se-Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun sinergi lintas sektor guna memperkuat nilai-nilai toleransi, cinta damai, dan penghormatan terhadap keberagaman, khususnya di lingkungan pendidikan dan keagamaan.

“Moderasi bukanlah upaya memoderatkan ajaran agama, tetapi menegaskan sikap beragama yang adil, seimbang, dan menghargai kemanusiaan. Moderasi adalah jalan tengah yang menjadi kunci kerukunan dan keberlangsungan bangsa,” kata Saleh.

Ia menjelaskan, kerja sama ini juga merupakan bagian dari implementasi program Astra Protas yang digagas Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar, yang mengedepankan peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai nilai inti pendidikan keagamaan.

Melalui kerja sama ini, Kanwil Kemenag Sultra menargetkan integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum madrasah dan pendidikan agama, serta pelatihan bagi guru dan penyuluh agama tentang kampanye damai di ruang digital, termasuk media sosial.

“Pendidikan keagamaan kita tidak hanya harus unggul secara kognitif, tetapi juga membentuk karakter yang cinta tanah air, toleran, dan mampu hidup harmonis di tengah perbedaan,” ujar Saleh.

Saleh menambahkan, kerja sama ini diharapkan melahirkan program-program konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam membina generasi muda yang cinta damai dan setia pada nilai-nilai kebangsaan.

Dalam konteks arus informasi digital yang begitu cepat, Saleh menekankan pentingnya membangun benteng moral dan ideologis bagi masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda, dari paparan paham intoleran dan radikal.

“Kami berharap kemitraan ini menjadi kontribusi nyata dalam menjaga Indonesia yang damai, rukun, dan berperadaban,” tutupnya.

Langkah kolaboratif antara Kemenag, Densus 88, dan FKPT ini menjadi bagian dari pendekatan pentahelix, yakni pelibatan berbagai unsur—pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pendidik—dalam menangkal ekstremisme berbasis kekerasan di tingkat lokal.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait