Kendari, Sultrademo.co – Aula Balai Guru Penggerak (BPG) Sulawesi Tenggara dipenuhi semangat dan antusiasme kader muda dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) XXIII dan Konferensi Studi Lokal (KSL) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari.
Acara yang berlangsung pada Selasa (22/7) ini dibuka dengan hangat oleh Adriana Musaruddin, S.Sos., M.Si., mewakili Pemerintah Kota Kendari. Dalam sambutannya, Adriana menekankan pentingnya peran GMKI sebagai organisasi berbasis nilai kekristenan dan nasionalisme dalam mewujudkan generasi emas yang siap membawa perubahan.
“Saya berharap konferensi ini melahirkan gagasan besar dan kader-kader muda yang siap mempersembahkan diri bagi kemajuan Kendari dan Indonesia,” ujar Adriana dalam sesi bertajuk “Membangun Generasi Emas Mewujudkan Kendari Maju yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan.”
Suasana forum semakin interaktif saat Kevin Imanuel, salah satu peserta, mengajukan dua pertanyaan tajam seputar program prioritas pemerintah kota dan penanganan wilayah terdampak bencana seperti di Lepo-lepo.
Adriana menjawab lugas, menyampaikan bahwa Pemkot Kendari selama ini sigap dalam merespons bencana. Ia mencontohkan penanganan banjir di wilayah Lepo-lepo yang langsung direspons oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan koordinasi cepat lintas OPD, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan pangan.
“Pemerintah langsung turun ke lapangan. Evakuasi dilakukan segera, dan bantuan pangan didistribusikan tanpa menunggu lama,” jelasnya.
Jawaban tersebut mendapat respons positif dari peserta, yang menilai pemerintah cukup tanggap dan proaktif terhadap kebutuhan masyarakat.
Konferensi ini menjadi momen refleksi dan sinergi antara pemuda dan pemerintah, untuk bersama-sama mendorong Kendari menjadi kota yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing di masa depan.
Laporan : Hani
Editor : UL










