Kendari, Sultrademo.co – Musyawarah Daerah (Musda) VII Badan Koordinasi (Badko) dan Kohati Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tenggara resmi dimulai pada Sabtu (21/12/2024) di Hotel Srikandi, Kendari.
Acara ini dihadiri oleh kader HMI dari seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Dua tema utama menjadi fokus kegiatan: “Integrasi Kepemimpinan Badko HMI Sultra: Upaya Mewujudkan Pemerintahan Good Governance” untuk Musda Badko HMI Sultra, dan “Breaking the Glass Ceiling: Building Solidarity and Empowerment” untuk Musda Kohati Badko Sultra.
Ketua Kohati Badko Sultra, Siti Rabiah Putri, menyoroti pentingnya solidaritas dan pemberdayaan sebagai kekuatan utama organisasi. Ia menekankan bahwa keragaman etnis dan geografis di Sulawesi Tenggara justru menjadi modal besar untuk membangun kesatuan.
“Sultra memiliki keragaman yang luar biasa, baik dari segi geografis maupun etnis. Namun, semangat solidaritas dan pemberdayaan ini yang menyatukan kita. Dengan itu, kita bisa tumbuh bersama, mengatasi perbedaan, dan terus berkembang,” ujar Rabiah dalam sambutannya.
Rabiah juga menyampaikan apresiasinya kepada para alumni HMI yang telah memberikan teladan dalam berbagai bidang kepemimpinan. Ia berharap para kader dapat belajar dari pengalaman para senior untuk memperkuat Kohati dan HMI sebagai satu kesatuan.
“Kohati dan HMI itu satu. Kita tidak boleh terpecah, tetapi harus saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama,” tambahnya.
Ketua Badko HMI Sultra, Irfan Karim, mengingatkan seluruh peserta Musda untuk tetap menjaga integritas organisasi. Ia menekankan peran HMI sebagai agen pengontrol yang harus terus dijalankan secara konsisten.
“Kelak, akan ada pemimpin baru yang terpilih. Saya berpesan agar kita tidak terlalu dekat atau jauh dari pemerintah. Fungsi kita sebagai agent of control harus tetap berjalan tanpa tergoda oleh jabatan atau kepentingan sesaat,” tegas Irfan.
Irfan juga menyoroti pentingnya persatuan dalam tubuh HMI Sultra agar organisasi dapat lebih fokus pada pengkaderan.
“Jangan terlalu lama berdebat. Musda ini hanya akan memilih satu ketua, dan kita harus tetap bersatu. Jangan sampai perpecahan seperti yang pernah terjadi terulang lagi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Presidium MW KAHMI Sultra, Muh. Endang, memberikan arahan agar pemilihan pemimpin dilakukan dengan mempertimbangkan visi dan misi yang selaras dengan kebutuhan organisasi.
“Saya harap teman-teman memilih pemimpin yang memiliki visi jelas dan sesuai dengan kebutuhan HMI. Jangan sampai terpengaruh oleh intervensi eksternal,” ungkapnya.
Musda VII ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan sinergi di antara kader HMI dan Kohati se-Sultra. Melalui Musda ini, organisasi diharapkan mampu menjadi lebih solid dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan di masa depan.










