Kendari, Sultrademo.co – Transportasi laut dengan sampan kecil atau yang akrab ditelinga masyarakat dengan sebutan Papalimbang di Kota Kendari kini mengalami mati suri.
Hal ini dikarenakan sejak terbangunnya Jembatan Teluk Kendari (JTK) sejak tahun 2015 lalu kini menjadi pusat perhatian bagi warga Kota Kendari. JTK tersebut bahkan mempersingkat jarak tempuh warga yang berada di Abeli menuju kota lama atau sebaliknya.
Papalimbang tersebut kini terpinggirkan di sudit kota akibat dampak pengembangan dan penataan kawasan tersebut. Jumlahnya pun yang beroperasi turun drastis, hanya dihitung jari saja. Kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang kebanyakan penumpang jaga jarah dan enggan menumpanginya.
Melihat hal tersebut, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir tak ingin membiarkan usaha ekonomi rakyat tersebut tergerus dan hilang begitu saja. Secara tegas ia menyatakan pihaknya sudah punya planning untuk menghidupkan kembali Papalimbang dengan orientasi wisata.
“Jadi nanti kita tawarkan beberapa aktivitas bagi papalimbang dengan mengembangkan wisata di wilayah Bungkutoko, nantinya di sana akan banyak perahu dan beberapa fasilitas yang akan ditawarkan masyarakat yang kehilangan pencaharian dengan adanya JTK,” ujarnya.(Selasa,03/11/2020).
“Ini sementara kita identifikasi berapa orang jumlahnya untuk kita diahlikan nantinya. Yang jelasnya keberadaan Papalimbang akan tetap eksis di Kendari, yang bisa dikembangkan sebagai wadah penunjang wisata teluk yang kini sudah dipercantik dengan keberadaan Jembatan Teluk Kendari,” tutupnya.
Laporan : Hani
Editor : AK
 






