Kendari, Sultrademo.co – Pembangunan patung Haluoleo yang berlokasi di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, telah rampung 100%.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, saat diwawancarai di kantornya pada Senin, 23 Desember 2024.
“Terkait pembangunan patung Haluoleo di bandara itu sudah selesai 100%, hanya memang masih ada alat bantu penyangga jadi memang belum bersih, tetapi secara progres sudah selesai semua,” jelas Effendi.
Ia berharap penyelesaian tahap akhir, seperti pembersihan alat bantu, dapat segera dilakukan sehingga patung tersebut bisa diresmikan sebelum masa jabatan Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara berakhir.
“Mungkin kalau sudah diturunkan semua saya berharap ini juga bisa diresmikan nanti sebelum pak PJ diganti. Karena ini menjadi tuntutan masyarakat Tolaki selama ini, untuk bisa dibangunkan patung Haluoleo,” ungkapnya.
Effendi juga membeberkan bahwa patung tersebut memiliki tinggi total sekitar 9 meter, terdiri atas patung setinggi 6 meter dan dudukan setinggi lebih dari 3 meter. Pembangunan patung Haluoleo ini menelan biaya sebesar Rp2,5 miliar.
Pembangunan patung ini merupakan simbol penghormatan terhadap Sultan Haluoleo, salah satu tokoh penting dalam sejarah Sulawesi Tenggara.
Patung tersebut diharapkan menjadi ikon baru yang tidak hanya merepresentasikan budaya Tolaki, tetapi juga menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang tiba di bandara.










