Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari menggelar rapat membahas rencana hibah lahan kepada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Rabu (25/6/2025). Rapat digelar di ruang Command Center Balai Kota Kendari dan dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Kota Kendari, Maman Firmansyah.
Rapat tersebut turut melibatkan perwakilan dari Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Setditjen Hubla) yang hadir melalui sambungan Zoom. Dalam pertemuan itu, perwakilan Setditjen Hubla, Lolan P, menegaskan pentingnya pengelolaan aset pelabuhan secara tertib dan terkoordinasi.
“Pelabuhan ini adalah fasilitas umum. Semangat kita satu: dikelola untuk kepentingan umum dengan administrasi yang tertib. Kami percaya aset negara bisa diatur dengan prinsip yang sama oleh kedua belah pihak,” ujar Lolan.
Pemkot Kendari menegaskan tak berniat menghambat proses hibah. Maman Firmansyah menyebut pihaknya justru ingin memastikan proses berjalan sesuai regulasi.
“Semangat kami adalah mencari solusi terbaik, bukan menghalangi. Yang penting data aset kami dan KSOP sinkron agar tidak terjadi tumpang tindih,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Maman juga memaparkan bahwa lahan yang akan dihibahkan berada di kawasan Bukutoko. Berdasarkan data milik Pemkot, lahan tersebut merupakan bagian dari total 101.344 meter persegi yang dibebaskan sejak 2009. Sekitar 37.000 meter persegi di antaranya berada di area pelabuhan dan masuk dalam wilayah pengembangan KSOP.
“Lahan itu sudah masuk dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) Pemkot dengan status hak pakai. Kami punya bukti pembebasan yang sah sejak 2009, dan saat ini proses sertifikatnya masih berjalan,” imbuhnya.
Pemkot dan KSOP sepakat untuk terus menyelaraskan data agar proses hibah dapat segera dituntaskan tanpa kendala administratif.
Laporan : Hani
Editor : UL










