Kendari, Sultrademo.co – Upaya Pemerintah Kota Kendari untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah terus dilakukan secara sistematis. Salah satu langkah strategis terbaru adalah menggelar Rapat Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, didampingi Pj Sekda Amir Hasan, pada Jumat (16/5/2025), di ruang rapat Wali Kota Kendari.
Rapat ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian PAD hingga triwulan kedua tahun anggaran berjalan, sekaligus menyusun peta jalan percepatan realisasi pendapatan dalam sisa waktu tahun 2025.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Kendari menekankan perlunya sinergi lintas sektor demi mengoptimalkan setiap potensi pendapatan daerah yang ada. Ia menggarisbawahi bahwa optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar target angka, melainkan bagian dari komitmen pelayanan publik dan keberlanjutan pembangunan kota.
“Kita harus bekerja lebih cermat dan kolaboratif. Banyak potensi yang bisa kita dorong jika kita saling mendukung antar sektor. Apalagi sektor seperti retribusi parkir dan retribusi sampah, kontribusinya masih jauh dari yang kita harapkan,” ujarnya.
Rapat ini juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk mengidentifikasi kendala lapangan yang selama ini menghambat optimalisasi PAD. Beberapa masalah klasik yang mencuat antara lain lemahnya sistem pengawasan, minimnya pemanfaatan teknologi dalam layanan, hingga rendahnya kepatuhan para wajib pajak terhadap kewajibannya.
Sebagai respon cepat, Pemerintah Kota Kendari mulai merancang sejumlah langkah konkret. Di antaranya adalah:
- Digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi, agar lebih mudah diakses masyarakat serta meminimalkan potensi kebocoran.
- Peningkatan kapasitas SDM pengelola PAD, melalui pelatihan teknis dan manajerial.
- Optimalisasi kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya dalam pengelolaan aset strategis dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
- Pendataan ulang objek PAD, yang belum tergarap secara optimal oleh masing-masing OPD pengampu.
Instruksi khusus juga diberikan kepada para camat, terutama terkait dengan penarikan retribusi sampah. Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya pemetaan kawasan poros dan komersial yang selama ini menjadi fokus pengangkutan rutin oleh armada Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari.
“Sampah di jalur-jalur utama dan pusat aktivitas ekonomi sudah kita angkut rutin. Sekarang tinggal bagaimana para camat memastikan retribusinya juga tertagih dengan baik. Harus ada keseriusan dan pengawasan langsung,” tegasnya.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari perubahan pendekatan dalam pengelolaan PAD, dari yang semula bersifat administratif menjadi lebih aktif, partisipatif, dan berbasis data. Pemerintah Kota Kendari menyadari bahwa dalam menghadapi tantangan fiskal yang dinamis, kemandirian keuangan daerah harus ditopang oleh sistem PAD yang solid dan terus diperbarui sesuai kebutuhan zaman.
Dengan koordinasi yang semakin erat antar perangkat daerah, serta dukungan teknologi dan peningkatan kapasitas aparatur, Kota Kendari optimistis mampu melampaui target PAD 2025. Lebih dari itu, upaya ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kualitas layanan publik dan daya saing daerah secara menyeluruh.










