Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari serius menekan penyebaran penyakit menular seperti AIDS, TBC, dan Malaria (ATM). Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot menggelar Pertemuan Perencanaan dan Penganggaran ATM Tahun 2025 di salah satu hotel di Kota Kendari.
Pertemuan ini dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhamad Saiful. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tiga penyakit tersebut masih jadi tantangan besar di sektor kesehatan, termasuk di Kendari.
“HIV menyerang sistem imun dan bisa memicu infeksi oportunistik. Dampaknya bukan cuma kesehatan, tapi juga sosial dan ekonomi,” kata Saiful, Rabu, (23/07/25).
Saiful menambahkan, pengendalian tiga penyakit ini butuh pendekatan menyeluruh. Artinya, nggak cukup cuma dari sektor kesehatan, tapi juga butuh dukungan lintas sektor dan lembaga.
Berdasarkan data tahun 2024, capaian penemuan kasus TBC di Kendari baru mencapai 83%. Untuk malaria, tercatat ada 123 kasus. Sementara HIV sebanyak 79 kasus dan AIDS 232 kasus.
Saiful menilai, perlu ada penguatan sistem pencatatan dan pelaporan untuk memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Saiful juga menyoroti pentingnya anggaran untuk ATM masuk ke dokumen perencanaan daerah seperti RKPD, RENJA, dan RKA APBD. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Nomor 906/2114/SJ dan Permendagri No. 84 Tahun 2022.
Ia berharap, kegiatan ini nggak cuma jadi ajang kumpul-kumpul formal, tapi benar-benar menghasilkan strategi nyata untuk melawan ATM.
“Kita ingin ada inisiatif baru, agar Kendari ikut berkontribusi dalam target eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria nasional di tahun 2030,” tegasnya.
Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai sektor dan lembaga pendukung seperti RSSH – ADINKES. Saiful mengajak semua pihak untuk ikut ambil bagian, tidak hanya hadir secara seremonial, tapi juga menyusun langkah konkret.
Laporan : Hani
Editor : UL










