Peringatan 1 Muharam, Kemenag Sultra Ajak Umat Renungkan Makna Hijrah

Kendari, Sultrademo.co — Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah dalam suasana khidmat dan penuh makna. Kegiatan bertajuk Peaceful Muharram yang mengangkat tema “Damai Bersama Manusia dan Alam” ini digelar di Masjid Amal Bhakti Kanwil Kemenag Sultra, Kamis (26/6/2025).

Acara diisi dengan dzikir, doa, dan tausiyah, yang diikuti secara luring dan daring oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama se-Sultra, termasuk para penyuluh agama dan kepala KUA kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya
 

Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra H. Muhamad Saleh, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Sultra, Ketua Pengurus Masjid Raya Al Kautsar Kendari, Kepala LPP RRI Kendari, Kepala TVRI Stasiun Sultra, serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Sultra.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sultra H. Muhamad Saleh menekankan bahwa Tahun Baru Islam yang dimulai setiap 1 Muharam bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Hijriah, melainkan momen spiritual yang dalam maknanya bagi umat Islam.

“Tidak seperti tahun baru Masehi yang biasanya dirayakan dengan kemeriahan, tahun baru Hijriah lebih ditekankan sebagai waktu untuk merenung, introspeksi, dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai ajaran Islam,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan, Bulan Muharam termasuk dalam empat bulan suci dalam Islam. Dalam bulan ini, umat diajak untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kezaliman. Pergantian tahun, kata dia, menjadi saat yang tepat untuk muhasabah—mengevaluasi diri dan memperbaiki niat serta tindakan ke depan.

Lebih lanjut, Saleh menyampaikan tiga hikmah penting dari peringatan Tahun Baru Hijriah. Pertama, mengingat kembali peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai tonggak awal penanggalan Islam.

“Hijrah bukan hanya perpindahan fisik, melainkan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh nilai,” tuturnya.

Kedua, lanjut Saleh, Muharam menjadi momentum untuk muhasabah atau evaluasi diri terhadap amal yang telah dikerjakan selama ini. Ini adalah waktu untuk menetapkan resolusi amal yang lebih berkualitas.

Ketiga, pergantian tahun menumbuhkan kesadaran spiritual bahwa hidup adalah sebuah perjalanan menuju Allah SWT. “Perjalanan ini perlu disiapkan dengan iman dan amal,” imbuhnya.

“Pergantian tahun Hijriah bukan hanya soal angka, tapi adalah momen spiritual yang sarat makna. Ia mengingatkan kita pada sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, serta mengajak kita untuk terus berhijrah dari kegelapan menuju cahaya, dari lalai menuju taat, untuk memperoleh ampunan Allah SWT,” pungkas Saleh.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait