Perkuat Tata Kelola, Pemkot Kendari Gelar Klinik Penilaian SPIP Terintegrasi

Ketgam : Foto bersama dalam kegiatan Klinik Pelatihan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari melalui Asisten 3 Sekretariat Daerah (Setda) menggelar Klinik Pelatihan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari dan diikuti oleh 150 peserta dari berbagai perangkat daerah.

Asisten 3 Setda Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan.

Bacaan Lainnya
 

“SPIP bukan hanya sistem pengendalian internal semata, tapi instrumen strategis untuk memastikan birokrasi berjalan efisien, efektif, dan terintegrasi,” ujar Imran dalam sambutannya.

Mantan Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari itu juga menekankan bahwa Penilaian Mandiri SPIP tidak sekadar kewajiban administratif, namun menjadi tolok ukur kemampuan perangkat daerah dalam mengelola risiko, menjalankan pengendalian, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Imran menyambut baik metode klinik pelatihan yang diterapkan dalam kegiatan ini. Menurutnya, pendampingan langsung kepada peserta sangat membantu dalam memahami secara teknis proses penilaian mandiri SPIP yang objektif dan tepat sasaran.

Ia pun berharap, melalui kegiatan ini kapabilitas SPIP di lingkungan Pemkot Kendari dapat terus meningkat, termasuk dalam aspek Manajemen Risiko (MR) dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK).

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung penguatan sistem pengendalian intern di lingkup Pemkot Kendari.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait