Satu Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Berhasil Dievakuasi, Mesin Pesawat Ditemukan

Maros, Sultrademo.co – Upaya pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, mulai membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu korban pada Minggu (18/1/2026).

Selain korban, tim juga memastikan keberadaan mesin pesawat setelah melakukan penyisiran di sekitar lokasi serpihan. Temuan tersebut dinilai penting untuk memperjelas titik utama jatuhnya pesawat.

Bacaan Lainnya
 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tak jauh dari serpihan badan pesawat.

“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Operasi pencarian sejak pagi hari tidak berjalan mudah. Tim SAR harus menghadapi hujan lebat disertai kabut tebal di puncak Gunung Bulusaraung, yang membatasi jarak pandang serta memperlambat pergerakan personel di medan ekstrem.

“Termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” kata Arif.

Di sisi lain, SRU 3 melaporkan penemuan sejumlah bagian pesawat, seperti rangka dan kursi, serta lokasi mesin pesawat berdasarkan hasil pengamatan visual di lapangan. Penemuan ini memperkuat pemetaan area utama jatuhnya pesawat dan menjadi dasar penyesuaian sektor pencarian selanjutnya.

Dalam operasi tersebut, tim SAR membagi tugas ke beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, SRU 3 bertahan di puncak sambil bergerak menuju titik dua, sementara SRU 4 yang tidak menemukan jalur aman akhirnya diarahkan kembali ke posko induk.

Untuk mendukung proses evakuasi, tim logistik turut dikerahkan guna mendistribusikan peralatan dan perlengkapan evakuasi ke area puncak gunung.

“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar,” pungkas Arif.

Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Hingga saat ini, pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan korban lain sekaligus mengamankan lokasi temuan.

Laporan: Arini Triana Suci R

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R

Pos terkait