Kendari, Sultrademo.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mulai memanaskan mesin menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional 2026. Sosialisasi awal digelar, Senin, 22 Juli 2025, di Kantor Gubernur Sultra, dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan strategis.
Kegiatan ini menandai dimulainya tahap persiapan menuju sensus ekonomi yang akan digelar setiap sepuluh tahun sekali. Sensus tersebut akan menjadi gambaran menyeluruh tentang struktur dan kinerja perekonomian Indonesia, termasuk pelaku usaha skala mikro hingga besar.
Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyebut sensus ekonomi sebagai fondasi utama pembangunan berbasis data.
“Sensus ini bukan hanya soal angka, tetapi soal denyut nadi ekonomi masyarakat. Tanpa data, arah pembangunan akan keliru,” ujar Hugua.
Sosialisasi ini turut dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan industri perbankan, media massa, hingga mahasiswa. Selain menyampaikan informasi seputar pelaksanaan sensus, acara ini juga dirangkai dengan literasi keuangan yang dipandu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, mengatakan bahwa pelaksanaan sensus akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan secara daring pada Mei 2026, dan dilanjutkan dengan pendataan langsung dari rumah ke rumah pada Juni hingga Juli 2026.
“Kami mengharapkan partisipasi aktif dan data yang jujur dari para pelaku usaha. Data inilah yang akan menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi yang lebih presisi,” kata Andi.
Dengan dimulainya sosialisasi ini, BPS berharap masyarakat semakin siap dan memahami peran vital sensus dalam pembangunan. Hasil sensus nantinya akan menjadi acuan penting dalam menyusun strategi ekonomi daerah dan nasional secara lebih akurat.
Laporan : Hani
Editor : UL










