SP Kendari Merayakan 34 Tahun Perjuangan Melawan Ketidakadilan

Kendari, Sultrademo.co – Solidaritas Perempuan (SP) merayakan ulang tahunnya yang ke-34 pada Rabu, 11 Desember 2024, dengan mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Gerakan Politik Feminis Solidaritas Perempuan dalam Melawan Sistem Politik Patriarkis yang Memiskinkan Perempuan.”

Perayaan ini berlangsung di Anjungan Teluk Kendari yang dipandu oleh Cristien dengan melibatkan perempuan akar rumput dari Kelurahan Tipulu dan Kelurahan Sodohoa.

Bacaan Lainnya
 

Solidaritas Perempuan didirikan 34 tahun lalu sebagai respon terhadap pemerintahan Orde Baru yang dianggap merampas ruang penghidupan masyarakat, terutama perempuan.

Pemerintahan kala itu dinilai menggunakan pendekatan militeristik untuk menguasai sumber daya alam demi kepentingan segelintir pihak, sehingga memperburuk kesejahteraan perempuan di tingkat akar rumput.

Selaku fasilitator kegiatan, Dr. Wa Ode Harliyanti Unga, menyampaikan bahwa refleksi gerakan menjadi inti dari perayaan tahun ini.

“Perjalanan panjang SP adalah bukti komitmen kami untuk mewujudkan tatanan sosial yang demokratis, adil, serta menghormati keberagaman dan kesetaraan gender,” ujar Yanti sapaan akrabnya.

Acara dimulai dengan sesi refleksi. Dalam sesi tersebut, peserta mendiskusikan berbagai tantangan gerakan feminis, terutama di tengah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada perempuan.

“UU Cipta Kerja dan Proyek Strategis Nasional hanya memperparah kemiskinan perempuan,” tambahnya.

Peserta juga membahas situasi politik pasca-Pemilu 2024 yang dianggap tidak membawa perubahan signifikan. Pemerintah dinilai lebih memprioritaskan kepentingan oligarki daripada mendengarkan suara rakyat.

Dalam konteks ini, Solidaritas Perempuan menyoroti praktik militerisme yang semakin masif dan mengarah pada kriminalisasi serta intimidasi terhadap masyarakat kecil.

Selain refleksi, perayaan ulang tahun Solidaritas Perempuan juga menjadi ajang untuk mengenang perjuangan dan mempererat solidaritas di antara anggota komunitas.

Acara yang dimulai pukul 10.00 s.d 12.00 WITA tersebut menghadirkan beragam kegiatan, termasuk diskusi interaktif dan hiburan tradisional dari perempuan akar rumput.

Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dalam melawan ketidakadilan gender yang terus berlangsung.

“Kami tidak akan berhenti berjuang hingga tatanan sosial yang berkeadilan dan setara terwujud,” tutup Yanti.

Perayaan ini diharapkan dapat memperkuat semangat perjuangan perempuan akar rumput dalam menghadapi tantangan ke depan, sekaligus menjadi ruang untuk menyusun strategi politik feminis yang lebih efektif di tengah sistem patriarkis yang masih dominan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah
Editor: Redaksi

Pos terkait