“Sultra Maimo Sharia Fest 2026” Mengakselerasi Arus Baru Ekonomi dari Bumi Anoa

Kendari, Sultrademo.co – Di tengah hiruk-pikuk perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah mulai digulirkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sultra meresmikan pembukaan Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jumat (24/4/2026).

Perhelatan ini bukan sekadar pameran tahunan, melainkan sebuah manifestasi komitmen untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai mesin pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Anoa.

Bacaan Lainnya
 

Wajah antusiasme terlihat di Lippo Plaza Kendari, salah satu dari tiga titik utama pelaksanaan festival. Di sana, deretan produk UMKM unggulan, mulai dari wastra lokal hingga kuliner olahan pesantren, dipamerkan dengan kemasan modern. Sultra Maimo Sharia Fest 2026 hadir sebagai bagian integral dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang bermuara pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, memposisikan Sultra dalam peta kekuatan ekonomi syariah nasional.

Pijakan Strategis di Tengah Tantangan Global

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, dalam sambutannya menekankan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilar strategis. Di tengah ketidakpastian kondisi global, ekonomi Indonesia tercatat masih mampu menjaga resiliensi dengan pertumbuhan sebesar 5,11 persen pada tahun 2025. Sektor syariah menjadi kontributor yang signifikan dalam capaian tersebut.

“Indonesia berhasil mempertahankan posisi sebagai peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah global. Capaian ini harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata di daerah. Sultra Maimo Sharia Fest adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara pengembangan UMKM dan ekosistem syariah agar tercipta ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tapi juga berdaya tahan dan inklusif,” ujar Edwin.

Ia menambahkan, keterlibatan Sulawesi Tenggara dalam ekosistem ini sangat krusial mengingat potensi sumber daya alam dan kreativitas pelaku usaha lokal yang besar. Melalui festival ini, Bank Indonesia berupaya menjembatani para pelaku usaha dengan standar global ekonomi syariah.

Halal sebagai Standar Gaya Hidup dan Kualitas

Salah satu sorotan utama dalam festival yang berlangsung hingga 26 April 2026 ini adalah penguatan infrastruktur pendukung ekosistem halal. Bank Indonesia secara progresif mendorong pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Langkah ini dibarengi dengan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi ratusan UMKM di Sultra.

Pemerintah menyadari bahwa label ‘halal’ kini bukan lagi sekadar pemenuhan kaidah religius, melainkan standar kualitas dan higienitas yang diakui secara universal. Dengan memiliki sertifikasi halal, UMKM Sulawesi Tenggara diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun pasar ekspor.

Tak hanya soal perdagangan fisik, aspek sosial ekonomi syariah juga mendapat porsi besar. Edukasi mengenai Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dikemas secara modern melalui program lelang wakaf produktif. Hal ini bertujuan untuk menggeser paradigma masyarakat bahwa dana sosial keagamaan dapat dikelola secara produktif untuk membangun fasilitas publik atau modal usaha bagi kaum duafa.

Digitalisasi dan Perluasan Akses Pasar

Menyadari bahwa masa depan ekonomi berada di ujung jari, Sultra Maimo Sharia Fest 2026 juga menjadi ajang akselerasi digitalisasi. Melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Bank Indonesia mendorong transaksi non-tunai di seluruh gerai UMKM yang berpartisipasi.

“Digitalisasi adalah kunci inklusi. Melalui QRIS dan edukasi perlindungan konsumen, kita membangun ekosistem keuangan yang transparan dan efisien bagi pelaku UMKM maupun pembeli,” jelas Edwin.

Festival ini menyebar di tiga lokasi ikonik: kemeriahan ritel di Lippo Plaza Kendari, pusat massa di Tugu Persatuan MTQ, serta sentuhan ekonomi kreatif pesisir di Pantai Wisata Bokori. Pembagian lokasi ini sengaja dilakukan untuk menyasar berbagai segmen masyarakat, mulai dari keluarga, pemuda, hingga wisatawan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan festival ini tak lepas dari kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka. Kehadiran jajaran OPD, perbankan syariah, dan komunitas kreatif menunjukkan adanya keselarasan visi dalam membangun daerah.

Di lokasi acara, pengunjung dapat menikmati Sharia Fair yang menampilkan produk fesyen muslim dengan sentuhan etnik lokal, serta talkshow literasi keuangan yang menghadirkan pakar ekonomi syariah nasional. Bagi para pelaku usaha, disediakan layanan coaching clinic dan business matching untuk menghubungkan mereka dengan lembaga pembiayaan syariah guna mendapatkan modal kerja yang sesuai prinsip syariah.

“Harapan kami, pasca-festival ini, ekosistem yang terbentuk tidak berhenti begitu saja. Kami ingin UMKM Sultra naik kelas, mandiri secara finansial, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Sultra yang sejahtera dan berdaya saing global,” pungkas Edwin.

Sultra Maimo Sharia Fest 2026 menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai syariah yang universal—kejujuran, keadilan, dan kebersamaan—dapat menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan ekonomi di Bumi Anoa. Di usia provinsi yang ke-62, semangat ini menjadi kado indah bagi masyarakat Sultra yang mendambakan kesejahteraan yang merata. (Adv)

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani

Pos terkait