Kendari, Sultrademo.co — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nismawati, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah Rakyat yang digelar secara daring, Senin (14/7/25). Kegiatan berlangsung di Command Center Balai Kota Kendari.
Rakornas ini merupakan bagian dari agenda rutin Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digagas oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dengan fokus utama pengendalian inflasi pangan dan percepatan pembangunan rumah rakyat sebagai upaya menjaga daya beli serta ketahanan ekonomi nasional.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengintensifkan operasi pasar bersama Perum Bulog dalam dua hari terakhir, terutama untuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kita harus segera mengidentifikasi daerah-daerah prioritas guna mempercepat penurunan harga, agar inflasi tetap terkendali,” tegasnya.
Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa secara nasional inflasi masih dalam kondisi aman. Pada pekan kedua Juli 2025, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,19%, inflasi tahunan 1,87%, dan inflasi tahun kalender sebesar 1,38%.
Namun demikian, Pudji mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga pada komoditas pangan segar. Inflasi tertinggi berasal dari komponen harga bergejolak, yaitu sebesar 0,77% dengan andil inflasi 0,13%. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai rawit, beras, dan bawang merah.
BPS juga mencatat 35 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dengan DKI Jakarta dan Sulawesi Utara mencatat kenaikan tertinggi. Hanya dua provinsi mengalami penurunan IPH, sementara satu provinsi lainnya tercatat stabil.
Selain isu inflasi, Rakornas juga membahas percepatan pembangunan 3 juta unit rumah rakyat yang ditargetkan rampung pada akhir 2025. Program ini dinilai penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat ketahanan sosial-ekonomi di daerah.
Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, menegaskan kesiapan dan komitmen Pemkot Kendari untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi dan realisasi program strategis nasional.
“Kami siap memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui langkah konkret di daerah, termasuk pemantauan harga pasar dan mendukung kelancaran distribusi pangan,” ujar Nismawati.
Pemerintah pusat menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan pemanfaatan dashboard pemantauan harga serta penguatan peran Satgas Pangan di setiap wilayah. Dengan koordinasi yang solid dan respons cepat, pemerintah optimistis inflasi tetap terkendali, pembangunan rumah rakyat berjalan sesuai target, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Laporan : Hani
Editor : UL










