Kendari, Sultrademo.co – Rencana penataan ulang kawasan Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan alasan dibalik penebangan pohon-pohon yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi pengunjung dan pasien.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhan masyarakat sekitar terkait hilangnya pohon-pohon rindang di area rumah sakit. Ia menyebut penebangan tersebut membuat kenyamanan warga dan pengunjung pasien berkurang.
“Warga sekitar dan pengunjung pasien mengeluh, karena kan biasanya pohon itu dipakai untuk berlindung atau berteduh. Tapi sekarang pohonnya sudah ditebang oleh pihak RS. Menurut pihak RS itu arahan dari Gubernur untuk menebang pohon demi pembangunan taman,” ungkapnya, Rabu (17/7/2025).
Ia menilai, pembangunan taman belum menjadi prioritas mendesak. Menurutnya, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan seharusnya lebih diutamakan.
“Sebagai masyarakat, belum saatnya membuat taman. Sebaiknya fokus saja di akses atau pelayanan kesehatan di RS agar lebih mudah diakses oleh masyarakat. Menurut saya begitu,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar penataan dilakukan secara bijak, tanpa mengorbankan seluruh pohon yang ada. “Mungkin bagusnya dipangkas saja, dirapikan, jangan ditebang. Kalau mau bangun taman ya di area taman saja, jangan diratakan. Biar lebih asri,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Humas RS Bahteramas menjelaskan bahwa proses penebangan telah melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Pertama, bahwa penebangan pohon di RS sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kedua, karena RS mau menata ulang agar terlihat lebih segar. Ketiga, ada beberapa pohon akarnya sudah merusak saluran air,” jelasnya.
Humas RS Bahteramas mengkonfirmasi.
Bahwa pihak rumah sakit melakukan penataan secara menyeluruh dengan memperhatikan keberlanjutan dan estetika lingkungan.
“RS akan melakukan penataan ulang secara keseluruhan agar terlihat lebih rapi dan segar. Untuk pohonnya dilihat dulu mana yang perlu dan tidak perlu ditebang,” imbuhnya.
Meski demikian, sejumlah warga berharap agar pihak rumah sakit tetap mempertimbangkan kebutuhan ruang teduh dan kenyamanan pasien maupun pengunjung dalam proses penataan tersebut.
Laporan: Arini Triana Suci R
Editor : UL










