3.121 Panggilan Darurat Sepanjang September, Hampir Sepertiganya Panggilan Tidak Valid

Ketgam : Layanan call center 112 Kota Kendari

Kendari, Sultrademo.co — Layanan Kedaruratan Pemerintah Kota Kendari mencatat lonjakan panggilan mencapai 3.121 kali selama bulan September 2026. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 2.157 panggilan yang dinyatakan sah, sementara 964 lainnya masuk kategori panggilan iseng, panggilan kosong, atau tidak relevan — setara hampir 31 persen dari total panggilan masuk.

Data ini sekaligus menandakan tingginya kebutuhan warga terhadap akses layanan cepat saat menghadapi situasi mendesak, namun juga menyoroti gangguan yang menghambat kinerja petugas.

Bacaan Lainnya

Dari panggilan yang sah, petugas mengolah dan meneruskan laporan ke instansi terkait, menghasilkan 246 tiket kejadian yang ditindaklanjuti. Hingga akhir bulan, sebanyak 168 tiket telah selesai ditangani, sementara 78 laporan masih dalam proses penanganan.

Sebaran laporan menunjukkan Dinas Pemadam Kebakaran menempati urutan teratas dengan 53 laporan, diikuti Dinas Perhubungan 35 laporan, dan PLN 30 laporan.

Berikut rincian lengkapnya:

• Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan: 26
• Satpol PP: 24
• Polres Kendari: 20
• BPBD: 14
• Dinas Sosial: 12
• Dinas Kesehatan: 7
• PDAM: 5
• Kecamatan Kendari Barat: 4
• Dinas Pertanian: 3
• PUPR, RSUD, Kecamatan Kambu, Kecamatan Wua-Wua: masing-masing 2
• Instansi dan kecamatan lainnya: masing-masing 1

Persoalan yang masuk beragam — mulai dari kejadian darurat, gangguan layanan publik, kemacetan, masalah lingkungan, ketertiban, hingga permohonan bantuan sosial.

Evaluasi kinerja menunjukan 69 persen indikator layanan mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, namun 31 persen lainnya justru turun. Sementara itu, tersisanya 78 tiket yang belum tuntas menjadi catatan penting.

“Kecepatan respons, koordinasi antarinstansi, dan penyelesaian laporan adalah kunci agar layanan kedaruratan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap pihak Pemkot Kendari dalam laporan resminya, Sabtu, (03/10/26).

Sistem pencatatan berbasis tiket kini menjadi acuan utama untuk memetakan jenis masalah yang paling sering muncul sekaligus mengukur kinerja setiap instansi. Pemkot juga mengimbau warga agar hanya menghubungi layanan darurat pada kondisi yang benar-benar mendesak, agar jalur komunikasi tetap lancar bagi yang membutuhkan pertolongan nyata.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait