Kendari, Sultrademo.co – Lonjakan aduan warga soal pohon tua yang rawan tumbang di Kota Kendari kini mencapai angka 300 kasus. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya mampu menebang rata-rata dua pohon per hari sehingga penanganan berjalan lamban. Kondisi ini membuat Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, angkat suara dan meminta seluruh kecamatan ikut turun tangan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan DLH. Kita harus gerakkan seluruh kekuatan, termasuk pihak kecamatan,” tegas Sudirman, Selasa, (23/09/25).
Ia mengusulkan agar setiap kecamatan menargetkan penebangan dua pohon per minggu. Dengan begitu, 22 pohon bisa dipangkas setiap pekan sehingga backlog aduan masyarakat dapat segera teratasi.
Selain pohon, aduan lampu jalan mati juga menjadi keluhan dominan warga. Namun, Sudirman mengakui anggaran untuk perbaikan lampu tidak tersedia pada APBD 2025.
“Tapi saya pastikan ini akan menjadi prioritas utama dalam APBD 2026 mendatang,” janjinya.
Dalam kesempatan itu, Sudirman menekankan pentingnya kecepatan dan kepekaan OPD dalam merespons aduan.
“Program lain bisa menunggu, yang penting kebutuhan mendesak masyarakat harus didahulukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kendari, Sahurianto, secara terpisah menambahkan bahwa target penyelesaian penebangan pohon dapat dicapai dalam dua bulan jika semua pihak bergerak, mulai dari tingkat RT hingga camat. Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan peralatan di lapangan.

“Setiap kelurahan sebaiknya punya chainsaw sendiri supaya kalau ada laporan warga, bisa langsung dieksekusi,” jelasnya.
Di tengah persoalan ini, Sudirman tetap memberikan apresiasi kepada BPBD, Damkar, dan Dinas Sosial yang dinilai paling sigap menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Tiga dinas ini patut menjadi contoh bagi OPD lainnya,” tutupnya.
Laporan : Hani
Editor : UL










