Kendari, Sultrademo.co – Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026 tak sekadar menjadi ruang diskusi ekonomi. Tahun ini, forum yang digagas Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara itu justru memperlihatkan meningkatnya perhatian generasi muda terhadap masa depan ekonomi daerah.
Tercatat 964 orang mendaftar dalam rangkaian FORKESTRA 2026, sementara 405 opini berhasil masuk dalam kompetisi opini ilmiah. Jumlah tersebut meningkat 33,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 304 opini.
Bagi Bank Indonesia Sultra, peningkatan tersebut bukan sekadar angka partisipasi. Banyaknya gagasan yang masuk menjadi gambaran bahwa semakin banyak anak muda yang mulai ikut membaca, mengkritisi, sekaligus menawarkan solusi terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi Sulawesi Tenggara.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan FORKESTRA memang dirancang sebagai ruang untuk menghimpun ide, gagasan, dan inovasi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Hal ini menunjukkan adanya partisipasi dan kontribusi pemikiran dalam rangka memperkaya perspektif terhadap isu-isu ekonomi daerah,” terang Edwin.
Menurutnya, gagasan yang muncul dari FORKESTRA diharapkan tidak berhenti sebagai karya dalam sebuah kompetisi. Berbagai pemikiran tersebut dapat menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan maupun program pembangunan yang disesuaikan dengan tantangan dan potensi ekonomi Sultra.
Tahun ini, gagasan peserta diarahkan pada sejumlah persoalan strategis, mulai dari hilirisasi dan ketahanan pangan, konektivitas wilayah, inovasi dan tata kelola, ekonomi inklusif, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Lima isu tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tantangan pembangunan Sulawesi Tenggara ke depan, terutama bagaimana kekayaan sumber daya dan potensi ekonomi daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
FORKESTRA 2026 mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.” Forum ini telah dirintis sejak 2020 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, yang hadir dalam puncak FORKESTRA, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan forum tersebut.
Menurut Hugua, FORKESTRA penting karena menjadi ruang untuk menghimpun berbagai perspektif dalam merumuskan gagasan strategis bagi kemajuan ekonomi Sulawesi Tenggara.
Ia berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi melahirkan gagasan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Puncak FORKESTRA 2026 berlangsung di Claro Hotel Kendari, Senin (5/10/2026), dengan menghadirkan ekonom Irman Faiz, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo Prof. Azhar Bafadal, serta penulis dan content creator Xaviera Putri.
Sekitar 1.300 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah turut hadir dalam seminar nasional tersebut.
Tak berhenti pada forum gagasan, puncak FORKESTRA juga dirangkaikan dengan penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD) antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton dan Buton Selatan.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, menjaga ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi di daerah.
BI Sultra juga mendorong perluasan pasar komoditas unggulan daerah melalui penandatanganan kerja sama rantai pasok ekspor bersama pemerintah daerah.
Edwin mengatakan, kerja sama antardaerah menjadi salah satu cara untuk mempertemukan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan. Sementara penguatan rantai pasok ekspor diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Sultra.
“Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan,” kata Edwin.
Ke depan, BI Sultra bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya dengan memastikan gagasan yang lahir dari FORKESTRA dapat terus berkembang menjadi ruang riset, inovasi, dan rekomendasi bagi pembangunan ekonomi daerah.
Dengan meningkatnya partisipasi generasi muda tahun ini, FORKESTRA menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai masa depan ekonomi Sultra tidak lagi hanya berada di ruang pemerintah, akademisi, atau pelaku usaha.
 






