Kendari, Sultrademo.co – Angka stunting di Kota Kendari masih jadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data terbaru Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di ibu kota Sulawesi Tenggara ini mencapai 20 persen — masih jauh dari target nasional sebesar 14 persen.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Kendari, Jahudding, menyebut angka tersebut menjadi alarm serius bagi masa depan kualitas generasi muda Kendari.
“Hasil SSGI masih 20 persen. Artinya, kita harus kerja lebih keras dan menyatukan langkah agar bisa capai target nasional,” ujar Jahudding dalam keterangan resminya, Senin (1/9/2025).
Berdasarkan pendataan tahunan, tercatat ada 1.018 keluarga di Kendari yang tergolong berisiko stunting. Mereka menjadi prioritas utama dalam program intervensi pemerintah.
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan keluarga masuk dalam kategori ini antara lain:
Kondisi sanitasi yang tidak layak
Akses air bersih terbatas
Faktor “4 Terlalu”: terlalu muda/tua saat hamil, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat.
“Kalau ini tidak dicegah lewat edukasi dan pendampingan, maka berpotensi besar melahirkan anak-anak dengan risiko stunting,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Kendari menggulirkan program inovatif bertajuk GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Intervensi Stunting).Program ini mengajak masyarakat yang mampu untuk menjadi orang tua asuh, mendampingi keluarga yang berisiko atau sudah terdampak stunting.
“Konsepnya mirip Persaudaraan Madani, tapi sekarang kita sebut Orang Tua Asuh. Jadi warga bisa langsung terlibat membantu keluarga yang butuh pendampingan,” ujar Jahudding.
Melalui GENTING, warga bisa berperan aktif mendukung kebutuhan gizi, sanitasi, hingga pendidikan keluarga asuh mereka.
Pemkot Kendari berharap program ini bisa jadi penggerak gotong royong sosial dalam menekan angka stunting. Pemerintah juga mengajak semua elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi, hingga pelaku usaha untuk ikut ambil bagian.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kami butuh keterlibatan semua pihak agar anak-anak kita bisa tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutup Jahudding.
Laporan : Hani
Editor : UL










