Konawe Selatan, Sultrademo.co – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang digelar di Waonua Monapa, Sabtu (20/6/2026).
Dalam forum tertinggi organisasi olahraga tingkat daerah tersebut, Wahyu Ade Pratama Imran secara sah terpilih sebagai Ketua Umum KONI Konawe Selatan periode 2026-2030.
Pada kesempatan itu, Bupati Irham Kalenggo menegaskan pentingnya membangun organisasi olahraga yang kuat dan profesional sebagai fondasi utama dalam mencetak prestasi atlet daerah.
Menurutnya, kepengurusan KONI yang baru harus mampu merangkul seluruh cabang olahraga (cabor) serta memperkuat sistem pembinaan atlet, terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara tahun 2026.
“Tanpa organisasi yang baik dan kuat, maka pembinaan di bawahnya tidak akan terlaksana dengan baik. Ini memang kerja keras, tetapi saya yakin di tangan kepengurusan ke depan, KONI Konsel akan semakin bagus,” kata Irham.
Irham juga menyoroti kondisi efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah di berbagai sektor. Meski demikian, ia meminta keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menurunkan semangat dan produktivitas organisasi olahraga.
Menurutnya, pengurus KONI harus mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki daerah dengan menerapkan prinsip kerja yang efektif, efisien, dan tetap berorientasi pada kualitas pembinaan.
Terkait target pada Porprov mendatang, Irham memilih tidak menetapkan target peringkat tertentu. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah adanya peningkatan prestasi dibandingkan capaian sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, pada pelaksanaan Porprov sebelumnya, Konawe Selatan berhasil menembus posisi lima besar klasemen akhir.
“Bagi kita, posisi berapa itu tidak penting. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa melewati capaian prestasi yang lalu,” ujarnya.
Selain itu, Irham mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak hanya meningkat menjelang pelaksanaan Porprov. Ia berharap pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun untuk menciptakan regenerasi yang kuat.
“Pasca-kompetisi, kita harus tetap konsisten mempersiapkan regenerasi atlet untuk jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Konawe Selatan terpilih, Wahyu Ade Pratama Imran, menyatakan siap menjalankan amanah organisasi dan melanjutkan pembinaan olahraga di daerah.
Wahyu mengatakan, tantangan efisiensi anggaran justru menjadi motivasi bagi kepengurusannya untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari cabang olahraga, atlet, pelatih, hingga para pecinta olahraga di Konawe Selatan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi atlet-atlet lokal dalam mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov maupun kompetisi lainnya.
“Kami akan mengedepankan pembinaan dan pemberdayaan atlet lokal. Target kami, 100 persen atlet yang memperkuat Konawe Selatan berasal dari putra-putri daerah yang memiliki potensi dan prestasi,” kata Wahyu.
Melalui kepengurusan baru ini, KONI Konawe Selatan diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan, melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta meningkatkan capaian daerah pada berbagai ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional.
 






