Iran Ungkap Draf Kesepakatan Damai dengan AS, Bahas Penghentian Konflik hingga Pencabutan Sanksi

Ketgam : Ilustrasi bendera AS dan Iran. Foto: Akurat.co

Teheran, Sultrademo.co – Media resmi Iran merilis rincian draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut akan ditandatangani secara resmi di Jenewa pada Jumat mendatang. Dokumen tersebut memuat sejumlah poin penting yang menjadi kerangka awal menuju penghentian konflik dan pembentukan kesepakatan damai jangka panjang.

Berdasarkan rincian yang dipublikasikan oleh kantor berita Mehr dan sejumlah media Iran, salah satu poin utama dalam draf tersebut adalah penghentian perang secara permanen dan segera di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon. Selain itu, Amerika Serikat disebut berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran, menghormati kedaulatan negara tersebut, serta tidak menambah pengerahan kekuatan militer di kawasan.

Bacaan Lainnya
 

Dalam aspek keamanan regional, draf kesepakatan juga memuat pengakuan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon. Ketentuan ini disebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Iran menerima rancangan kesepakatan tersebut.

Pada sektor ekonomi dan maritim, kedua pihak dikabarkan menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz dalam kurun waktu 30 hari. Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat akan mencabut blokade laut terhadap Iran, sementara jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka untuk aktivitas komersial dengan mekanisme pengawasan internasional.

Draf MoU juga mencakup penangguhan sanksi terhadap ekspor minyak dan produk petrokimia Iran. Selain itu, aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri senilai sekitar 24 miliar dolar AS akan mulai dikembalikan secara bertahap. Sebagian dana disebut akan dicairkan sebelum dimulainya negosiasi lanjutan.

Tahap berikutnya adalah negosiasi selama 60 hari yang akan difokuskan pada isu program nuklir Iran, mekanisme pengelolaan uranium yang telah diperkaya, serta agenda rekonstruksi ekonomi. Iran kembali menegaskan komitmennya terhadap Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Menariknya, isu program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok-kelompok perlawanan tidak masuk dalam agenda pembahasan lanjutan. Sejumlah laporan menyebut kedua topik tersebut dikeluarkan dari rancangan negosiasi akhir.

Di bidang pemulihan ekonomi, rancangan kesepakatan mengatur pembentukan program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dengan nilai minimal 300 miliar dolar AS. Dana tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam perundingan berikutnya dan menjadi bagian dari upaya pemulihan pascakonflik.

Apabila tercapai kesepakatan final, dokumen tersebut direncanakan memperoleh pengesahan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga memiliki kekuatan hukum internasional.

Meski rincian draf telah dipublikasikan oleh media Iran, sejumlah poin masih menunggu finalisasi dan persetujuan resmi dari kedua negara. Penandatanganan nota kesepahaman di Jenewa diperkirakan menjadi langkah awal menuju perundingan yang lebih komprehensif terkait masa depan hubungan Iran dan Amerika Serikat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana suci R

Pos terkait