Konawe Selatan Jadi Tuan Rumah Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah se-Sultra, Diikuti 82 Peserta

Bupati Konsel Irham Kalenggo saat membuka kegiatan seleksi BCKS di Aula Kantor BKPSDM Konsel. Ist

Konawe Selatan, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menjadi tuan rumah pelaksanaan Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBD Tahun 2026 yang diikuti 82 peserta dari lima kabupaten di Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Aula BKPSDM Konsel, Rabu (29/7/2026).

Seleksi tersebut diikuti peserta dari Kabupaten Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe Utara, dan Bombana.

Bacaan Lainnya

Kepala BKPSDM Konawe Selatan, Pujiono, mengatakan penunjukan daerahnya sebagai lokasi pelaksanaan seleksi didasarkan pada kesiapan fasilitas Computer Assisted Test (CAT) yang dimiliki.

Menurutnya, pelaksanaan seleksi dibagi ke dalam dua sesi dengan total 82 peserta.

“Pemilihan lokasi ini karena Aula BKPSDM Konawe Selatan memiliki sarana dan prasarana berbasis komputer yang memadai sehingga mampu mendukung pelaksanaan seleksi secara efektif dan transparan,” ujar Pujiono.

Pelaksanaan seleksi juga mendapat apresiasi dari Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Surip Widodo. Ia menyebut Konawe Selatan dinilai siap menjadi pusat pelaksanaan seleksi karena memiliki fasilitas yang memadai serta rekam jejak yang baik dalam penyelenggaraan BCKS.

Surip mengatakan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dinilai konsisten menindaklanjuti hasil seleksi sebelumnya dengan melantik guru-guru yang telah dinyatakan lulus pada BCKS Tahun 2025.

“Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang telah menugaskan dan melantik guru-guru yang lulus seleksi tahun lalu. Selain itu, Konawe Selatan juga memiliki jumlah peserta BCKS terbanyak sehingga layak menjadi lokasi pelaksanaan seleksi tahun ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menegaskan pelaksanaan seleksi berbasis CAT merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem rekrutmen yang objektif, transparan, dan bebas dari intervensi.

Menurutnya, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh selama mengikuti seleksi.

“Dengan sistem ini tidak ada lagi ruang untuk intervensi. Nilai peserta langsung muncul setelah tes selesai dan tidak bisa diubah. Siapa pun yang memenuhi passing grade, dialah yang berhak dinyatakan lulus,” tegas Irham.

Irham menilai kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain sebagai pemimpin satuan pendidikan, kepala sekolah juga dituntut mampu menjadi manajer, inovator, dan penggerak peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan saat ini juga tengah menyiapkan usulan pendirian Sekolah Unggul untuk jenjang SD dan SMP kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing sejak dini sehingga mampu berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Kegiatan pembukaan seleksi berlangsung tertib dan dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan/GTK BKPSDM Konawe Selatan Andi Rante Pattola beserta jajaran pejabat teknis terkait.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Roy Martin

Pos terkait