Konawe, Sultrademo.co — Kabupaten Konawe menorehkan pertumbuhan ekonomi impresif sebesar 14,94 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026. Capaian ini menempatkan Konawe di posisi keempat nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Laju ekonomi Konawe berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,29 persen. Di tingkat nasional, Konawe hanya berada di bawah Kabupaten Sumbawa Barat (28,34 persen), Halmahera Tengah (23,53 persen), dan Halmahera Selatan (16,36 persen).
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menyebut lonjakan ekonomi ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.
“Kami sangat bersyukur. Konawe kini berada di jajaran daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya kami memastikan pelayanan dasar berjalan optimal melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujar Yusran, Senin (7/9/2026).
Inflasi Terjaga dan Sektor Kuliner Bergeliat
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi, Pemkab Konawe juga berhasil menjaga stabilitas harga. Pada Juli 2026, inflasi tahunan Konawe terjaga di angka 1,49 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata inflasi Sultra yang mencapai 3,43 persen.
“Kami tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegas Yusran.
Bergeliatnya roda ekonomi daerah juga tercermin dari penerimaan pajak. Hingga semester I 2026, realisasi pajak restoran di Konawe telah menembus 88,2 persen dari target, mengindikasikan tingginya aktivitas usaha kuliner dan UMKM.
Guna mempertahankan momentum ini, Yusran menginstruksikan Tim Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah untuk bergerak cepat mengurai berbagai kendala di lapangan.
“Tim tidak boleh menjadi tim administratif. Setiap hambatan yang bisa diselesaikan pemerintah harus benar-benar diselesaikan,” pungkasnya.
 






