Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari menyebut laju inflasi daerah mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Kendari berada di level 3,66 persen, semakin mendekati angka moderat 3 persen yang menjadi perhatian pemerintah.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, mengatakan penurunan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Alhamdulillah bulan ini inflasi kita sudah turun dan mendekati angka moderat, 3,66 persen,” kata Nismawati.
Meski demikian, inflasi Kota Kendari masih tercatat sebagai yang tertinggi di Sulawesi Tenggara. Namun, selisihnya dengan Kabupaten Kolaka yang berada di angka 3,60 persen hanya sekitar 0,06 persen.
Nismawati menjelaskan, tekanan inflasi Kota Kendari pada periode ini lebih banyak berasal dari kelompok komoditas nonmakanan. Kondisi tersebut membuat ruang intervensi langsung pemerintah daerah menjadi terbatas karena sejumlah komoditas penyumbang inflasi berada di luar kewenangan pemerintah kota.
Berdasarkan data yang disampaikan Pemkot Kendari, terdapat 10 komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi. Angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,81 persen, disusul emas perhiasan 0,45 persen dan bahan bakar rumah tangga 0,30 persen.
Komoditas lainnya yakni bensin dengan andil 0,27 persen, akademi/perguruan tinggi 0,24 persen, telepon seluler 0,18 persen, mobil 0,14 persen, ikan kembung 0,11 persen, sigaret kretek mesin 0,11 persen, serta lemari pakaian 0,09 persen.
Dari 10 komoditas tersebut, ikan kembung menjadi salah satu komoditas yang dapat lebih langsung mendapat perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan kebutuhan pangan masyarakat.
“Secara umum Pemkot Kendari tidak punya kewenangan untuk intervensi, kecuali ikan kembung,” ujar Nismawati, Kamis, (03/09/2026).
Meski ruang intervensi terbatas, Pemkot Kendari memastikan pemantauan harga dan faktor-faktor pemicu inflasi tetap dilakukan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat, terutama untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah berharap tren penurunan inflasi tersebut dapat berlanjut pada periode berikutnya. Dengan selisih yang semakin kecil menuju level moderat, kondisi ekonomi daerah diharapkan tetap stabil dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan.
Nismawati menegaskan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Kerja sama lintas sektor dan pemantauan kondisi ekonomi secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di Kota Kendari.
 






