Jumat Berakhlak, Pemkot Kendari Tekankan Integritas ASN hingga ke Ruang Pelayanan

Ketgam : Kegiatan Jumat Berakhlak di Aula Samaturu Balai Kota Kendari

Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari mendorong aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengedepankan profesionalitas, tetapi juga menjadikan akhlak dan integritas sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, STP., SH., M.Si., pada kegiatan Jumat Berakhlak di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat (28/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diikuti Sekda Kota Kendari, Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Siska mengatakan, Jumat Berakhlak merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat kehidupan spiritual dan moral ASN. Menurut dia, pemerintah membutuhkan aparatur yang memiliki kemampuan dan profesionalitas sekaligus iman, ketakwaan, akhlak, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Kita ingin membangun ASN yang tidak hanya memiliki kemampuan dan profesionalitas dalam bekerja, tetapi juga memiliki iman, ketakwaan, akhlak, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat,” kata Siska dalam sambutan yang dibacakan Amir.

Ia mengatakan, keberhasilan pemerintah tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Ukuran lainnya adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat serta kualitas pelayanan yang diberikan pemerintah.

Karena itu, Jumat Berakhlak diharapkan menjadi ruang bagi ASN untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Siska menekankan, nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak boleh berhenti di lingkungan Balai Kota. Nilai itu harus tercermin dalam pelaksanaan tugas di kantor, ruang pelayanan, lingkungan masyarakat, hingga kehidupan keluarga.

“ASN merupakan wajah pemerintah di hadapan masyarakat. Masyarakat mungkin tidak mengetahui seluruh aturan dan prosedur pemerintahan, tetapi mereka dapat merasakan bagaimana sikap dan perilaku ASN ketika memberikan pelayanan,” ujarnya.

Siska meminta ASN menjadikan akhlak sebagai bagian dari standar pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, hal-hal sederhana seperti menyambut warga dengan senyum, menjawab pertanyaan dengan sopan, memberikan penjelasan ketika masyarakat belum memahami prosedur, serta membantu mencari solusi sesuai ketentuan merupakan bagian penting dari pelayanan publik.

Pesan tersebut secara khusus ditekankan kepada para lurah yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan pemerintah di tingkat kelurahan.

Siska juga membagikan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai lurah. Menurut dia, kedekatan dengan masyarakat dapat dibangun melalui sikap sederhana, ramah, dan menghargai setiap warga.

Ia berharap ASN Kota Kendari dapat menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

“Mari kita mulai perubahan dari diri kita sendiri, dari unit tempat kerja kita, dari pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” kata Siska.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Dr. H. Musadar Mappasomba, SP., MP. Dalam tausiyahnya, Musadar mengajak ASN merenungkan kembali tujuan hidup serta memaknai pekerjaan dan jabatan sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Menurut Musadar, ketenangan hidup dapat dibangun dengan memperbaiki niat, berusaha secara sungguh-sungguh, kemudian menerima hasil sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.

“Perbaiki niat, usaha sungguh-sungguh, dan itu saya nilai sebagai ibadah. Hasilnya, saya akan berikan yang terbaik menurut ilmu-Ku yang Maha Tahu, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, inti ajaran agama tidak terlepas dari akhlak. Manusia, kata dia, pada dasarnya mendambakan kebahagiaan, kemuliaan, dan keselamatan.

Karena itu, seluruh potensi yang dimiliki manusia, termasuk harta, ilmu, usia, pangkat, dan jabatan, seharusnya digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Musadar menegaskan, jabatan ASN semestinya dipandang sebagai sarana untuk memperluas manfaat sekaligus menjadi ladang amal.

“Rugi kita selama jadi lurah tidak bernilai ibadah. Rugi kita selama beraktivitas jadi pejabat sampai 60 tahun tidak ada ibadah kita, kalau kita tidak niatkan dengan benar bahwa di sinilah saya bisa bermanfaat,” katanya.

Ia juga mengingatkan ASN agar tidak menjadikan gaji, tunjangan, maupun fasilitas sebagai tujuan utama bekerja. Hal-hal tersebut merupakan konsekuensi dari pekerjaan, sedangkan tujuan utama ASN adalah menjalankan amanah dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Musadar kemudian mengutip hadis, “Khairunnas anfa’uhum linnas”, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesamanya.

Melalui kegiatan Jumat Berakhlak, Pemerintah Kota Kendari berharap nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak semakin melekat dalam diri ASN dan tercermin dalam sikap, perilaku, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait