Konawe, Sultrademo.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mencatat deflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Agustus 2026. Sementara secara tahunan (year on year/y-on-y), sejumlah kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Konawe, Ade Ida Mane, S.ST., M.Si., dalam rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) di Ruang Rapat BPS Kabupaten Konawe, 1 September 2026 lalu.
Secara year to date (y-to-d), tingkat inflasi Kabupaten Konawe hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 3,88 persen.
Ade Ida Mane menjelaskan, inflasi tahunan terjadi seiring kenaikan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 6,71 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 6,60 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 4,63 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,04 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,16 persen; serta pakaian dan alas kaki 1,45 persen.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,46 persen; pendidikan 1,25 persen; makanan, minuman dan tembakau 0,95 persen; kesehatan 0,59 persen; serta rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen.
BPS mencatat perkembangan IHK menjadi salah satu indikator penting untuk memantau perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.
Menurut Ade, data tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memahami perkembangan harga serta inflasi di Konawe.
BPS Kabupaten Konawe menyatakan akan terus menyajikan data statistik yang akurat dan terpercaya sebagai dasar perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
 






