Gus Kikin, Ketum PBNU Terpilih yang Punya Bisnis Migas Kelola Blok Madura

Ketgam : Gus Kikin. Foto: IG @gus.kikin

Nasional, Sultrademo.co – Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Di balik kiprahnya sebagai ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Kikin juga dikenal memiliki rekam jejak di dunia usaha, khususnya sektor pelayaran serta minyak dan gas bumi (migas).

Bacaan Lainnya

Dilansir dari keterangan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan laman resmi NU, Gus Kikin merupakan pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang bergerak di sektor migas.
PT EML diketahui berstatus sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola Wilayah Kerja (WK) South East Madura Block. Wilayah kerja tersebut mencakup kawasan Sumenep dan Situbondo, Jawa Timur.

Keterlibatan Gus Kikin di sektor migas menjadi salah satu sisi lain dari sosoknya yang selama ini lebih dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Selain bisnis migas, Gus Kikin juga disebut memiliki pengalaman di bidang pelayaran. Aktivitas tersebut melengkapi kiprahnya di luar lingkungan pesantren dan organisasi keagamaan.

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Hj Abidah Ma’shum.

Dalam dunia pendidikan dan pesantren, Gus Kikin tercatat pernah aktif di sejumlah lembaga, di antaranya Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, hingga Universitas Terbuka.

Saat ini, Gus Kikin juga tercatat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng serta Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur periode 2024–2029.

Di bawah kepemimpinannya sebagai pengasuh, jaringan Pesantren Tebuireng disebut telah berkembang hingga memiliki 15 cabang di berbagai daerah Indonesia.
Sementara itu, penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU.
Keputusan tersebut dibacakan anggota AHWA, Anwar Iskandar, di hadapan peserta Muktamar pada Senin (31/8/2026).

“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031,” kata Anwar, mengutip laman resmi NU.
Musyawarah AHWA berlangsung pada Senin pagi mulai pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB.

Berita acara penetapan tersebut kemudian disepakati dan ditandatangani oleh sembilan anggota AHWA, yakni Nurul Huda Jazuli, Nuruzzahri Yahya, Baharuddin HS, Miftachul Akhyar, Afifuddin Muhajir, Anwar Iskandar, Abun Bunyamin, Anwar Manshur, dan Said Aqil Siroj.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana suci R

Pos terkait