Imbas Anak Krakatau, Bandara Soetta Tutup dan Ekspor Hasil Laut Sultra Lumpuh

Foto Ekspor Indonesia Melalui Laut. Ist

Kendari, Sultrademo.co — Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berimbas fatal pada sektor perikanan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Ratusan penerbangan yang dibatalkan membuat distribusi dan ekspor komoditas hasil laut dari Kendari lumpuh total.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hasil Laut Sultra, Amar Maruf, menyebut kondisi ini menghentikan pengiriman hasil laut ke berbagai daerah seperti Jakarta dan Batam, hingga ke negara tetangga yakni Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Bacaan Lainnya

“Efeknya nelayan tidak bisa membawa barang ke pengepul. Kami sebagai pengirim juga tidak berani membeli karena tidak ada kepastian penerbangan,” ungkap Amar di Kendari, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, lumpuhnya jalur udara ini mengancam periuk nasi ribuan nelayan di Sultra yang menggantungkan hidup dari penjualan lobster, teripang, kepiting, udang mantis, hingga ikan kerapu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hasil Laut Sultra, Amar Maruf. Ist

Atas krisis ini, Amar mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra segera memanggil pihak maskapai serta perusahaan kargo untuk membuka rute distribusi alternatif.

“Pak Gubernur harus mencari solusi cepat. Misalnya mengoneksikan penerbangan dari Kendari ke Surabaya, lalu disambung ke Batam, Singapura, atau Malaysia. Harus dicari solusinya cepat karena kasihan nelayan,” tegasnya.

209 Penerbangan Dibatalkan karena Abu Vulkanik

Sebelumnya, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, operasional Bandara Soetta ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB. Langkah ini diambil sebagai mitigasi keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik.

Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mencatat sedikitnya ada 209 pergerakan pesawat yang terpaksa dibatalkan (cancel) selama periode penutupan tersebut.

“Manajemen Bandara terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait penyesuaian jadwal dan penanganan penumpang. Pemulihan operasional dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan,” jelas Yudistiawan melalui keterangan tertulisnya.

Pihak bandara juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing atau menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait