Konawe, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten Konawe mendukung pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat, Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian RI dalam mempercepat pemanfaatan lahan pertanian baru guna meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan.
Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., menghadiri kegiatan bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Besar Pelatihan Pertanian, Balai Proteksi Tanaman Pangan, unsur TNI, dinas pertanian provinsi dan kabupaten, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, petani milenial, serta insan pertanian dari 25 provinsi pelaksana program OPLAH dan CSR.
Pada kesempatan tersebut, penanaman dilakukan di lahan seluas 30 hektare dari total pengembangan 45 hektare lahan Cetak Sawah Rakyat di Desa Kumapo. Penanaman perdana ini menjadi simbol dimulainya pemanfaatan lahan sawah baru secara produktif untuk meningkatkan produksi pangan daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Konawe Dr. Ferdinand menegaskan bahwa Kabupaten Konawe memiliki potensi besar di sektor pertanian yang didukung oleh jaringan irigasi yang memadai. Menurutnya, pengembangan lahan pertanian harus dilakukan secara terintegrasi agar mampu memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.
“Pengembangan sawah baru harus didukung dengan sistem irigasi yang baik sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat. Dengan potensi yang dimiliki Konawe, kita optimistis mampu memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyediaan benih unggul, penguatan mekanisasi pertanian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani sebagai faktor utama dalam mendukung peningkatan hasil produksi.
Pemerintah Kabupaten Konawe, lanjutnya, juga menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300 atau tiga kali musim tanam dalam setahun melalui optimalisasi sarana dan prasarana pertanian.
Program Gerakan Tanam Serempak OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan lahan hasil program OPLAH dan CSR. Melalui program tersebut diharapkan luas tanam terus bertambah, produktivitas padi meningkat, serta kesejahteraan petani semakin baik.
Pemerintah Kabupaten Konawe meyakini sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin memperkuat posisi Konawe sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.






