Kendari Kejar Target: 30 Ribu Anak Dipetakan, Intervensi Serentak Stunting Dimulai Juli 2026

Ketgam : Foto bersama dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari tancap gas memperkuat strategi percepatan penurunan stunting. Mengandalkan data riil dari tingkat Rukun Tetangga (RT) dan penguatan peran Posyandu, Pemkot Kendari bersiap menggelar intervensi serentak

terhadap ibu hamil dan balita yang dijadwalkan mulai Juli 2026.

Bacaan Lainnya
 

Langkah strategis ini mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa masalah stunting bukan sekadar persoalan kesehatan biasa, melainkan ancaman serius bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya. Ini akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang,” ujar Amir Hasan.

Ia menambahkan, penilaian kinerja tahun ini harus menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program dan memetakan kendala di lapangan. Amir menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting terletak pada sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, hingga pola asuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mencegah munculnya kasus stunting baru. Saat ini, tercatat ada lebih dari 400 anak stunting yang menjadi sasaran intervensi langsung lewat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan vitamin.

Namun, fokus Dinkes kini melebar pada sekitar 12 ribu anak yang masuk kategori berpotensi stunting. Secara total, Pemkot Kendari tengah mengumpulkan data dasar dari sekitar 30 ribu anak di seluruh wilayah kota.

“Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk. Dari data itu kita akan melihat siapa yang rutin datang ke Posyandu dan siapa yang belum. Di situlah kita bisa mendeteksi calon-calon stunting untuk segera dicegah,” jelas Hasria.

Intervensi serentak pada Juli mendatang akan meliputi:
* Pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita.
* Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Vitamin A.
* Edukasi kesehatan menyeluruh.

Hasria juga mengingatkan para Lurah untuk peka terhadap faktor sosial seperti pernikahan usia dini dan kehamilan di usia yang belum ideal, karena sangat berpotensi melahirkan anak stunting.

Di sisi lain, tantangan infrastruktur masih membayangi. Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, mengungkapkan dari total 228 Posyandu yang tersebar di Kendari, sebanyak 122 Posyandu (sekitar 53 persen) dalam kondisi tidak layak.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Posyandu membutuhkan dukungan lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan bisa optimal,” kata Shintya.

Ia mendorong penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu demi mendongkrak kualitas layanan dasar.

Menjawab kebutuhan data cepat, Lurah Watubangga, Nusman Pagalu, membagikan strategi sukses dari wilayahnya. Ia memaksimalkan peran RT sebagai pihak yang paling memahami kondisi riil warga di lapangan.

“Wilayah warga yang paling tahu tentu RT. Karena itu kami meminta data dari setiap RT, kemudian disetor melalui Kasi Pemerintahan agar proses pendataan lebih cepat dan akurat,” pungkas Nusman.

Melalui kolaborasi dari tingkat RT, pembenahan Posyandu, hingga intervensi serentak Juli nanti, Pemkot Kendari optimis mampu menekan angka stunting secara signifikan demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait