Bupati Konawe Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di SDN 1 Wawotobi

Oplus_131072

Konawe, Sultrademo.co Pemerintah Kabupaten Konawe meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Wawotobi, Senin (10/4/2025).

Peluncuran ini menandai dimulainya operasional empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Wonggeduku dan Wawotobi, yang akan melayani 9.133 peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA.

Bacaan Lainnya
 

Bupati Konawe, Yusran Akbar, mengatakan, program MBG merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta menjadi bagian dari agenda strategis Pemkab Konawe dalam mewujudkan Konawe Bersahaja, Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan.

“Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe. Anak-anak yang sehat dan cerdas akan menjadi generasi emas kita. Mereka bukan hanya penerus, tapi juga agen perubahan bagi Konawe yang lebih maju,” ujar Yusran.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah, menjelaskan bahwa empat dapur SPPG yang diresmikan berlokasi di Kasupute, Wonggeduku, Wawotobi, dan Lalosabila. Dapur-dapur tersebut secara bertahap akan melayani ribuan peserta didik setiap harinya.

“Dalam minggu pertama, satu dapur melayani 1.500 siswa. Minggu depan jumlahnya ditingkatkan menjadi 3.000 siswa. Layanannya bertahap, mulai dari PAUD hingga SMA,” kata Nopri.

Dengan beroperasinya sembilan dapur SPPG yang tersebar di Konawe, program MBG kini menjangkau lebih dari 27.000 pelajar. Setiap dapur memproduksi ribuan porsi makanan sehat setiap hari, terdiri dari telur, ayam potong, daging sapi, sayuran segar, dan buah-buahan yang dipasok dari petani dan peternak lokal.

Tidak hanya peserta didik, program MBG juga menyasar kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Intervensi gizi ini ditujukan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus.

“Kita ingin program ini menyentuh akar masalah gizi. Anak sekolah, ibu hamil, menyusui, dan balita semuanya mendapat perhatian,” ujar Nopri.

Langkah ini mendukung target nasional menurunkan prevalensi stunting di bawah 14 persen pada 2024 serta mendorong komitmen Pemkab Konawe mencapai zero stunting di tingkat desa dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan program. Ia meminta camat, OPD, hingga kepala sekolah untuk bekerja sama menjaga ketersediaan bahan pangan.

“Tantangan kita adalah memastikan suplai bahan pangan selalu terpenuhi tanpa saling berebut. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi,” tegas Yusran.

Ia menambahkan, seluruh bahan baku program diprioritaskan berasal dari petani, peternak, dan nelayan Konawe. Dengan begitu, selain menyehatkan anak-anak, program ini juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Peluncuran program dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Konawe, antara lain Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, Danramil Wawotobi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, camat, kepala sekolah, serta para pengelola SPPG.

Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai bagian dari ketahanan sosial dan keamanan daerah.

Ke depan, Pemkab Konawe menargetkan 33 dapur SPPG beroperasi di seluruh kecamatan. Saat ini, sembilan sudah aktif, sementara 24 lainnya masih dalam tahap persiapan.

Program MBG di Konawe diharapkan menjadi model ketahanan gizi daerah yang bisa direplikasi oleh kabupaten lain di Sulawesi Tenggara maupun di Indonesia.

Laporan: Jumardin

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait