Kendari, Sultrademo.co – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara berencana memperluas akses internet gratis di berbagai ruang publik yang tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra). Program ini juga akan menyasar sekolah-sekolah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui penyediaan layanan internet berbasis satelit Starlink.
Kepala Kominfo Sultra, Andi Syahrir, mengatakan bahwa prioritas utama penggunaan Starlink adalah sekolah menengah atas (SMA) yang telah memiliki akses listrik, tetapi belum terjangkau jaringan internet kabel maupun seluler.
Menurutnya, teknologi Starlink menjadi solusi efektif untuk menjangkau daerah terpencil yang selama ini kurang diminati oleh penyedia layanan internet konvensional karena pertimbangan ekonomi.
“Ada sekolah yang kasihan tidak ada internet karena jaringan Telkom belum masuk. Satu-satunya solusi adalah Starlink. Dengan biaya sekitar Rp1,6 juta, itu sudah bisa digunakan untuk satu sekolah,” kata Andi Syahrir, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, Kominfo Sultra juga telah menjalankan program Kominfo WiFi Corner, yakni fasilitas internet gratis yang dapat diakses masyarakat di halaman kantor Kominfo Sultra setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WITA.
Program ini memanfaatkan sisa kapasitas bandwidth kantor yang tidak terpakai setelah jam kerja. Internet gratis tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat, seperti wartawan, mahasiswa, hingga pelajar.
“WiFi ini gratis. Daripada tidak termanfaatkan saat sore hari, lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan publik,” ujarnya.
Ke depan, Kominfo Sultra menargetkan program WiFi gratis ini dapat diperluas ke berbagai titik strategis, termasuk kawasan ikonik dan pusat aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Sultra. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akses informasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
Meski demikian, Andi Syahrir mengungkapkan bahwa rencana penyediaan Starlink dan perluasan WiFi publik tersebut masih berada pada tahap perencanaan. Program ini akan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan maupun APBD tahun berikutnya.
“Ini akan menjadi prioritas kami jika ada kelonggaran fiskal. Tujuannya murni untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap internet,” tutupnya.








