Konawe, Sultrademo.co — Sorak-sorai memenuhi halaman Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (24/7/2025), saat Rahmat Lagaligo tiba dari Korea Selatan. Atlet muda asal Kecamatan Anggaberi itu baru saja mengukir prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Gwangju Open International Taekwondo Championships 2025.
Rahmat tampil gemilang di kelas Poomsae Senior, mengalahkan atlet-atlet unggulan dari berbagai negara. Kemenangan ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu atlet muda potensial Indonesia di cabang olahraga Taekwondo.
Pemerintah Kabupaten Konawe memberikan sambutan resmi atas keberhasilan tersebut. Bupati Konawe, Yusran Akbar, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Konawe, H Jahyuddin, serta Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Taekwondo Indonesia Konawe, Suparjo, menyambut langsung kedatangan Rahmat.
“Ini adalah bukti bahwa Konawe memiliki talenta olahraga kelas dunia. Rahmat bukan hanya membawa nama Konawe, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” kata Yusran dalam sambutannya.
Yusran menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan atlet-atlet muda yang berprestasi di berbagai cabang olahraga. “Keberhasilan Rahmat akan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya,” ujarnya.
Rahmat, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari, memulai perjuangannya sejak babak penyisihan yang digelar di Bitgoeul Gymnasium, Gwangju, pada 19 Juli 2025. Ia mengungguli atlet dari Senegal dan Kanada sebelum melaju ke babak semifinal.
Pada partai puncak, Rahmat menghadapi atlet unggulan asal Amerika Serikat. Dengan teknik gerakan yang presisi, kekuatan fisik, dan ekspresi seni bela diri yang matang, Rahmat berhasil mengamankan kemenangan dan meraih medali emas.
“Ini adalah hasil dari latihan yang konsisten, doa, dan dukungan semua pihak. Terima kasih untuk pelatih, keluarga, dan Pemerintah Konawe,” ujarnya.
Kemenangan Rahmat disambut dengan tepuk tangan meriah dari para atlet muda Taekwondo Konawe yang telah menunggu kedatangannya sejak pagi. Sebagian dari mereka membawa spanduk bertuliskan, “Konawe Bangga, Rahmat Jawara Dunia!”
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Konawe, H Jahyuddin, mengapresiasi pencapaian Rahmat dan menyatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan atlet yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
“Kami percaya banyak potensi tersembunyi di daerah ini. Rahmat adalah contoh nyata bahwa dengan pembinaan dan fasilitas yang tepat, anak daerah bisa bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengda Taekwondo Konawe, Suparjo, menyebut Rahmat sebagai atlet yang memiliki semangat juang tinggi dan kedisiplinan luar biasa. Ia berharap prestasi ini menjadi awal dari kiprah panjang Rahmat di dunia Taekwondo internasional.
“Prestasi ini tidak datang secara instan. Kami melihat sendiri bagaimana Rahmat bekerja keras selama ini. Kami di Pengda dan Pengprov akan terus mendukung dan memantau perkembangannya,” tutur Suparjo.
Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen memperkuat pembinaan atlet melalui penyediaan sarana pelatihan yang memadai dan program pendampingan jangka panjang. Menurut Yusran Akbar, dukungan kepada atlet tidak berhenti pada seremoni penyambutan semata.
“Kami sedang menyusun program yang lebih serius untuk pembinaan atlet. Target kami adalah melahirkan lebih banyak ‘Rahmat-Rahmat’ baru yang bisa mengharumkan nama Konawe dan Indonesia,” kata Yusran.
Ia juga menyebutkan bahwa bentuk apresiasi konkret bagi atlet berprestasi akan disiapkan, baik dalam bentuk penghargaan maupun dukungan pendidikan dan pelatihan.
Dengan raihan medali emas ini, Rahmat Lagaligo mencatatkan namanya dalam daftar atlet muda Indonesia yang mampu bersinar di ajang internasional. Keberhasilannya menjadi cermin bahwa talenta dari daerah, dengan dukungan yang memadai, dapat menembus batas dan bersaing di panggung dunia.
Laporan: Jumardin










