Kendari, Sultrademo.co – Suasana hangat terasa di halaman Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kendari, Senin (11/8/2025). Anak-anak dengan penuh semangat memegang gunting, lem, dan potongan botol plastik. Hari itu, mereka belajar menyulap sampah menjadi karya kreatif yang indah.
Pelatihan ini digagas Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari. Bagi Shintya, literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga kecakapan hidup termasuk bagaimana memanfaatkan barang yang sering dianggap tak berguna.
“Dari hal sederhana seperti sampah, kita bisa belajar mencipta dan memberi nilai tambah. Anak-anak disabilitas pun punya potensi luar biasa untuk itu,” ujarnya dengan senyum hangat.
Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan tangan, tetapi juga membuka ruang inklusif di mana setiap anak merasa dihargai. Shintya berharap, kegiatan seperti ini bisa membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi imajinasi dan inovasi.
Tawa dan canda mewarnai proses belajar. Di antara botol bekas, sedotan warna-warni, dan kardus yang disulap menjadi hiasan, terselip rasa bangga dari setiap karya yang lahir. “Ini karya saya!” ujar seorang siswa sambil memamerkan vas bunga buatan tangannya.
Bagi Bunda Literasi, momen seperti ini adalah langkah kecil namun berarti menuju masyarakat yang lebih inklusif—di mana semua orang, tanpa terkecuali, punya ruang untuk bersinar.
Laporan : Hani
Editor : UL










