Diduga Merusak Sumber Air Bersih, Masyarakat Desa Lamondowo Desak Kegiatan Pertambangan KSO Basman dan PT BNN Dihentikan

Laporan: Supriyadin Tungga

Konawe Utara, Sultrademo.co – Akibat kegiatan penambagan nikel KSO Basman dan PT. Bumi Nikel Nusantara (BNN) di wilayah Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut) diduga mengakibatkan rusaknya sumber mata air bersih masyarakat Desa Lamondowo dan bak penampungan air yang mengakibatkan endapan Over Burden (OB) sedimen lumpur

Bacaan Lainnya
 

Hingga saat ini masyarakat di desa tersebut tidak mendapatkan air bersih yang baik sejak mulai tanggal 14 Februari 2022.

Kepada awak media, Ashar Ketua SPAM pembangunan air bersih Desa Lamondowo mengungkapkan bahwa berdasarkan aturan konstitusi pasal 28h UUD 1945 menjelaskan bahwa setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Geram dengan sikap diam kedua perusahaan tersebut dan pemerintah daerah yang membidangi soal lingkungan, Ashar bersama masyarakat lainnya yang berada dalam desa tersebut terpaksa melakukan unjuk rasa dengan menyasar kantor KPHP laowoi, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Konut, dan Kantor DPRD

Dalam aksi itu, mereka meminta kepada pihak terkait seperti DLH agar mengeluarkan rekomendasi hasil pantauan lingkungan aktifitas pertambangan di sekitar sumber mata air bersih di desa lamondowo, mendesak KPHP untuk memberhentikan aktifitas pertambangan yang berada di kawasan sumber mata air bersih, mendesak Polres Konut untuk menangkap, proses dan adili pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut

Selanjutnya mendesak DPRD Konut untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat dengan pihak perusahaan dan terakhir mendesak KSO Basman serta PT. BNN untuk membangun SPAM Desa Lamondowo yang sesuai desain dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang telah dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konut.

sejumlah tuntutan itu akhirnya diterima oleh beberapa instansi, yakni DLH dan pihak DPRD. Diungkapkan Kepala Dinas lingkungan hidup, Rahmatullah bahwa pihaknya berjanji akan membantu mengawal persoalan ini sampai tuntas dengan memerintahkan seluruh anggotanya untuk melakukan investigasi soal pengrusakan itu, serta akan mengeluarkan rekomendasi dari hasil pertambangan tersebut

Sementara dari pihak DPRD Konut melalui Ketua Komisi II, Rasmin Kamil mengungkapkan dalam waktu dekat ini pihak DPRD akan melakukan pemantauan serta panggilan kepada kedua perusahaan tersebut untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Namun sebelum agenda RDP ini dilakukan terlebih dahulu tugas ketua dan anggota DPRD perlu menyelesaikan dulu kegiatan masa sidang kedua yakni reses yang saat ini sedang berlsngsung yang rencananya berakhir pada tanggal 27 Juni 2022.

“Untuk agenda RDP kita jadwalkan nanti tanggal 28 Juni 2022, untuk itu kasih kami waktu untuk menyelesaikan dulu kegiatan reses kami,” ujarnya.

 
Editor: UL

Pos terkait