Dituding Korupsi Dana PEN, Begini Tanggapan Sulkarnain

Ketgam : Wali Kota bertemu media beberapa waktu lalu

Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir angkat suara soal tudingan atas penyalahgunaan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional ) yang dialamatkan kepadanya.

Tudingan tersebut datang dari mahasiswa yang tergabung dalam Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI) Sultra-Jakarta yang sebelumnya pada Senin, (20/06/22 ) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta lembaga anti rasuah segera memeriksa Wali Kota Kendari karena diduga melakukan gratifikasi dan korupsi atas pinjaman dana PEN sebesar Rp. 349 miliar.

Bacaan Lainnya
 

Menanggapi hal tersebut, Sulkarnain Kadir mengatakan demonstrasi yang dilakukan itu adalah hak mereka untuk memberikan masukan dan kritikan.

“Kita dengarkan. Tapi kalau hanya dugaan korupsi ya kita by data,” tutur Sulkarnain.

Ia menyebut peruntukan dana PEN itu sudah jelas dan sesuai ketentuan yang ada. Bahkan sebagai bentuk kehati-hatian pihak Pemkot, pihaknya meminta BPKP ( Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Sultra (Sulawesi Tenggara) untuk mendampingi.

“Peruntukannya kan jelas. PEN itu untuk jalan, rumah sakit dan puskesmas dan itu sudah sesuai dengan ketentuan bahkan sebagai bentuk kehati-hatian kita di pemerintah kota, kita minta BPKP untuk mendampingi dari awal,” jelasnya.

“Tapi kalau masih ada yang mempertanyakan mungkin kurang data nanti kita akan sampaikan datanya,” tegas Sulkarnain, Rabu, (22/06/22).

Laporan : Hani
Editor : UL

 

Pos terkait