Kendari, Sultrademo.co – Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) bekerja sama dengan Indonesia Stock Exchange (IDX) menggelar kegiatan Edukasi Pasar Modal di Madrasah Al-Fath Kendari, Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan menumbuhkan minat siswa terhadap investasi sejak usia dini.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari IDX Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), Ricky, S.E., M.M., CFP, yang menjelaskan pentingnya memahami berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, dan obligasi.
Ia menekankan bahwa pasar modal bukan hanya ruang bagi kalangan ekonomi atas, melainkan juga dapat diakses oleh siapa pun yang ingin belajar dan berinvestasi secara bijak.
“Pasar modal bukan hanya milik orang kaya. Siswa juga bisa mulai berinvestasi dengan modal kecil. Yang terpenting adalah memahami risikonya dan belajar sejak sekarang,” ujar Ricky.
Sekretaris Galeri Investasi FISIP UHO, Muh. Husriadi, S.AB., M.AB., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan pasar modal, tetapi juga mengedukasi siswa agar lebih cerdas menghadapi berbagai bentuk investasi digital yang marak di kalangan muda.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa berinvestasi bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Saat ini banyak remaja yang terjebak dalam praktik judi online dan investasi bodong. Edukasi seperti ini penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan dasar agar tidak salah langkah,” jelas Husriadi.
Ia menambahkan, pembelajaran literasi keuangan di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Di Tiongkok, misalnya, anak-anak mulai dikenalkan dengan konsep investasi sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Kalau di Tiongkok, anak-anak sudah belajar investasi sejak kelas lima SD. Sementara di Indonesia, sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa investasi hanya untuk orang yang memiliki uang besar. Padahal, dengan pengetahuan dan niat yang baik, investasi bisa dimulai dari nominal kecil,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Galeri Investasi FISIP UHO berupaya menanamkan semangat literasi keuangan di kalangan pelajar agar kelak menjadi generasi yang cerdas, rasional, dan beretika dalam berinvestasi.
Edukasi sejak dini diyakini mampu mendorong terbentuknya budaya investasi yang sehat serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat siswa dalam dunia pasar modal. Semakin dini mereka mengenal investasi, semakin siap pula mereka menghadapi tantangan ekonomi global,” kata Husriadi.
Laporan: Iskal (Magang)









