Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional yang digelar secara daring dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Acara yang berlangsung di Kantor Camat Kadia ini diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia secara virtual.
Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kepala daerah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mencakup peran serta RT, Polri, BNN, dan berbagai lembaga lain dalam pengamanan distribusi dan pengawasan harga pangan.
Tito juga menegaskan bahwa perhatian Presiden terhadap masalah pangan sangat besar, dan seluruh pihak harus bekerja sama untuk memastikan manfaatnya sampai kepada masyarakat tanpa ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, mengungkapkan bahwa pasar murah ini melibatkan seluruh 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut, dengan sasaran 221 kecamatan. Setiap kecamatan mendapat alokasi sekitar 7 ton beras, dan target utamanya adalah masyarakat rentan dan kurang mampu.
Program ini diyakini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga, khususnya kelompok rentan, serta menjadi strategi pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi. Saat ini, inflasi Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 3,72 persen, dengan rilis resmi terbaru yang akan diumumkan pekan depan.
“Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga ketertiban sosial, keamanan, hingga kondisi politik yang kondusif di daerah,” tegas Hugua, Sabtu, (30/08/2025).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menjelaskan bahwa program pasar murah juga dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kota Kendari, antara lain Kecamatan Kadia, Kendari Barat, dan Abeli. Di Kota Kendari, inflasi tercatat sebesar 3,2 persen, lebih rendah dibandingkan angka inflasi provinsi maupun nasional. Sudirman menargetkan inflasi di Kendari dapat ditekan hingga 2 persen, bahkan 1 persen dalam beberapa bulan mendatang.
“Kami berkomitmen memastikan masyarakat dapat memperoleh beras, gula, minyak goreng, hingga telur dengan harga stabil. Contohnya, harga beras di Kendari saat ini hanya Rp11.600 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp12.500,” ungkap Sudirman.
Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk melanjutkan program pasar murah ini hingga akhir tahun, atau setidaknya hingga harga pangan benar-benar stabil. Dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Bulog, dan pelaku usaha lokal, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat lebih tenang dalam menghadapi fluktuasi harga pangan, serta menikmati kestabilan ekonomi yang lebih baik.
Pada 30 Agustus 2025, pelaksanaan GPM di Kota Kendari dilaksanakan di 11 kecamatan, antara lain:
Kecamatan Kadia (Kantor Camat Kadia)
Kecamatan Wua-wua (Kantor Camat Wua-wua)
Kecamatan Kendari (Kantor Camat Kendari)
Kecamatan Poasia (Koperasi Merah Putih)
Kecamatan Kendari Barat (Kantor Lurah Watu-watu)
Kecamatan Puuwatu (Kantor Camat Puuwatu)
Kecamatan Kambu (Kantor Camat Kambu)
Kecamatan Mandonga (Kantor Camat Mandonga)
Kecamatan Baruga (Kantor Camat Baruga)
Kecamatan Abeli (7 kelurahan)
Kecamatan Nambo (Kantor Lurah Nambo)
Gerakan Pangan Murah ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan di tengah tantangan ekonomi.
Laporan : Hani
Editor : UL










