Kendari, Sultrademo.co – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra) mengutuk keras aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda asal Konawe yang terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Korban berinisial AR (19) warga Desa Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe dinyatakan meninggal dunia setelah diduga dihajar sekelompok orang yang disebut merupakan oknum sekuriti di area PLTU Labota, Kecamatan Bahodopi.
Insiden ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah video dan unggahan terkait kematian AR beredar luas. GP Ansor Sultra pun buka suara dan mendesak kepolisian segera turun tangan mengusut kasus tersebut.
“Kami mengutuk keras tindakan brutal berupa main hakim sendiri yang dilakukan oleh oknum sekuriti terhadap warga sipil hingga kehilangan nyawa. Ini jelas-jelas pelanggaran hukum dan kemanusiaan,” kata Ketua Umum PW GP Ansor Sultra Saninuh Kasim, SH, MH dalam keterangan resminya, Jumat (8/8/2025).
Saninuh menilai tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun. Ia mendesak Polda Sulawesi Tengah maupun Polres Morowali untuk segera mengungkap dan memproses hukum para pelaku.
“Kami minta aparat penegak hukum bertindak cepat, objektif, dan transparan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena lambannya proses penegakan hukum,” tegasnya.
Secara kelembagaan ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya berkomitmen akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami juga meminta pihak perusahaan bila terbukti ada keterlibatan sekuriti PLTU untuk bertanggung jawab secara moral dan hukum,” pungkasnya.
Laporan: Muhammad Sulhijah










