Gubernur dan Kakanwil Kemenag Sultra Tinjau Ponpes Al-Ikhlas Lambuya, Janjikan Bantuan Sarana Santri

Gubernur dan Kakanwil Kemenag Sultra Tinjau Ponpes Al-Ikhlas Lambuya, Janjikan Bantuan Sarana Santri

Konawe, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) meninjau sarana dan prasarana Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas Lambuya, Kabupaten Konawe, Kamis (25/9/2025). Kunjungan ini didampingi Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh.

Bacaan Lainnya
 

Turut hadir Karo Kesra Setda Provinsi Sultra, Bupati Yusran Akbar dan Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Kepala Kankemenag Konawe bersama jajaran, serta pimpinan dan pengurus Ponpes Al-Ikhlas.

Dalam kunjungannya, gubernur memberikan apresiasi berupa bantuan bagi pondok pesantren serta santri berprestasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung pembangunan sarana baru, mulai dari kamar santri, kamar mandi, hingga rehabilitasi masjid.

“Pondok pesantren adalah tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak. Maka pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung sarana dan prasarana yang layak bagi para santri. Semoga bantuan ini memberi manfaat nyata bagi Ponpes Al-Ikhlas,” ujar ASR.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sultra Muhamad Saleh menyampaikan apresiasi atas kepedulian gubernur terhadap pendidikan agama di daerah.

“Kita patut bersyukur, sebab Gubernur menaruh perhatian yang begitu besar terhadap perkembangan lembaga pendidikan agama dan keagamaan di Sultra. Kehadiran beliau hari ini bukti nyata dukungan pemerintah provinsi,” ucap Saleh.

Ia juga menambahkan, kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang koordinasi jelang peringatan Hari Santri 22 Oktober 2025, yang rencananya akan dipusatkan di Ponpes Al-Ikhlas Lambuya.

“Semoga Peringatan Hari Santri di Ponpes Al-Ikhlas nantinya dapat berjalan lancar dan sukses,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait