Jelang Idul Adha Pemprov Sultra Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi

Kendari, Sultrademo.co Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rakor mingguan ini juga membahas strategi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Bertempat di Ruang Rapat Biro Perekonomian Setda Sultra, jajaran Pemprov yang terdiri dari Sekretaris Daerah Asrun Lio, para kepala dinas strategis, perwakilan Bank Indonesia, BPS, Bulog, dan instansi terkait lainnya, mengikuti pengarahan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Mendagri Tito menekankan bahwa angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi ukuran utama kinerja kepala daerah.

“Kalau pertumbuhan ekonomi negatif, artinya daerah mundur. Kita tidak bisa bicara pengentasan kemiskinan kalau ekonominya tidak tumbuh,” ujarnya tegas.

Ia mengungkapkan, pada triwulan pertama tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 4,87 persen secara tahunan (year-on-year). Pemerintah pusat menargetkan angka ambisius sebesar 8 persen pada 2029.

Untuk mencapainya, seluruh daerah diimbau aktif mendukung strategi nasional dan mengembangkan pendekatan-pendekatan baru dalam mendorong ekonomi lokal.

Senada dengan itu, Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy menggarisbawahi bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar soal harga, tapi juga menyangkut keberlanjutan pembangunan.

“Inflasi tinggi akan menggerus daya beli dan menambah jumlah penduduk miskin. Maka, sinergi pusat-daerah dalam menjaga stabilitas harga sangat penting,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi BPS Pudji Ismartini menyampaikan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) M4 Mei 2025. Meski sebagian besar provinsi mengalami penurunan IPH, Sultra khususnya Kabupaten Kolaka Timur justru mencatat kenaikan 1,83 persen. Komoditas pemicu utamanya adalah beras serta cabai merah dan rawit.

Merespons hal ini, Sekda Sultra Asrun Lio menegaskan pentingnya pemantauan harga secara intensif, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Iduladha.

“Kami akan rutin melaporkan perkembangan harga kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan langkah strategis,” ucapnya.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sultra untuk tidak hanya menjaga stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.

Laporan: Arini Triana Suci R

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait