Jelang Pergantian Tahun PPKM Level 1 Diberlakukan, Berikut isi SE Pemkot

Ketgam : Surat Edaran Pemerintah Kota Kendari, Kamis (30/12/2021)

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan nomor 440/7122/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro level 1 jelang pergantian tahun yang berlaku sejak 24 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022.

SE yang dikeluarkan dimaksudkan untuk melakukan pengendalian penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). Mengingat, capaian vaksinasi Kota Kendari sudah mencapai 78% yang artinya level PPKM Kendari juga turun menjadi level 1.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain, mengatakan, SE yang dikeluarkan pihaknya, mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 69 tahun 2021 tentang PPKM Level 3 Level 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

” Jelang pergantian tahun, kita terus memperhatikan tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) yang masih rendah, dengan demikian maka perlunya pengaturan teknis lebih lanjut. Salah satunya memberlakukan SE soal PPKM Level 1 di Kota Kendari”, ungkap Wali Kota, Kamis, (30/12/21).

Adapun poin yang terdapat dalam SE PPKM Level 1 berjumal 20 diantaranya;

1.Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi,Tempat Pendidikan/Pelatihan) melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

2.Pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/perkantoran diberlakukan 100% work from Office (WFO) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

3.Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial, kesehatan yang didalamnya pos pelayanan terpadu (posyandu), dan tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari berupa kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan, supermarket, pusat perbelanjaan atau mall tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

4.Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat,memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer, yang pengaturan teknisnya akan diatur lebih lanjut.

5.Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum pada warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker,mencuci tangan, handsanitizer, yang pengaturan teknisnya diatur oleh lebih lanjut.

6.Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum pada rumah makan/restoran kafe, yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall diizinkan75% dari kapasitas dan jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WITA.

7.Setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan platform PeduliLindungi sebagai sarana untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan jumlah pekerja dan pengunjung dalam fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan.

8.Pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 100% sampai dengan Pukul 22.00 WITA dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

9.Pelaksanaan kegiatan pada tempat hiburan malam, panti pijat, tempat karaoke dan perhotelan diizinkan buka sampai dengan jam 22.00 WITA dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

10.Pelaksanaan kegiatan bioskop wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining dan menerapkan protokol kesehatan terhadap semua pengunjung dan pegawai. Adapun kapasitas maksimal 75% dan hanya pengunjung dengan aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk. Anak usia dibawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.

11.Pelaksanaan kegiatan konstruksi dapat beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

12.Tempat ibadah serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 75% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat serta memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.

13.Pelaksanaan kegiatan pada area publik diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
Empat belas, pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

15.Resepsi pernikahan dan kegiatan hajatan diizinkan paling banyak 75% dari kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan tidak ada hidangan makanan ditempat.

16.Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

17.Persyaratan perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi,sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Satgas Covid-19 Nasional.

18.Penggunaan transportasi umum dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang ketentuannya akan diatur lebih lanjut;

19.Pelaksanaan PPKM di tingkat RT/RW, kelurahan dan kecamatan tetap diberlakukan dengan mengaktifkan posko-posko di setiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah.

20.Pelaksanaan kegiatan (event) keolahragaan dapat diselenggarakan dengan capaian vaksin dosis pertama paling sedikit 60% di Kota Kendari dan seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan Latihan.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait