Konawe Utara, Sultrademo.co – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 27 November 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Konawe Utara (Konut) mengadakan kegiatan Diskusi Media di salah satu warkop di Desa Wanggudu, Kecamatan Asera, Senin (11/11/2024).
Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan kehumasan, peliputan, dokumentasi, serta penyebaran informasi yang efektif.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Konut, Isbar, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan media untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tepat waktu terkait pelaksanaan Pilkada.
“Menjelang hari-H, banyak informasi yang harus diketahui masyarakat. Kemitraan dengan teman-teman media sangat penting untuk menjaga kelancaran penyampaian informasi tersebut,” ujar Isbar.
Kegiatan ini menghadirkan CEO Sultrademo Group Network, Arafat, SE, MM sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Arafat menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dua arah yang efektif antara Bawaslu dan media.
“Tim kehumasan Bawaslu memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran sinergi ini, mulai dari perancangan strategi hingga evaluasi melalui umpan balik dari media,” jelas Arafat.

Menurut Arafat, media gathering ini juga menyoroti pentingnya dokumentasi yang terpusat dan sistematis. Ia mengingatkan bahwa keberadaan informasi yang mudah diakses sangat diperlukan oleh masyarakat luas, terutama yang terkait dengan proses pemilihan kepala daerah.
“Tim kehumasan berperan dalam memastikan informasi publik bisa diakses dengan mudah, serta menyajikan data yang akurat dan mutakhir tentang Pilkada,” tambahnya.
Arafat juga menyarankan agar pengelolaan informasi di media sosial Bawaslu Konut sebisa mungkin memenuhi kaidah 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How) sehingga memudahkan wartawan dalam menulis berita yang informatif.
Selain itu, Arafat mengusulkan pentingnya optimalisasi Media Center Bawaslu agar wartawan dapat langsung mengakses informasi yang dibutuhkan.
“Dibalik kesibukan internal, ketersediaan data di media center sangat penting untuk mendukung tugas jurnalis. Media center ini bisa menjadi tempat yang nyaman bagi wartawan untuk mendapatkan informasi resmi secara langsung,” ucapnya.
Dalam sesi diskusi, Jefri, perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Konawe Utara, mengungkapkan tantangan yang dihadapi wartawan dalam meliput informasi terkait Pilkada 2024.
“Kami sering mengalami kendala ketika narasumber belum siap memberikan informasi yang lengkap. Karena itu, kami berharap ada kesigapan dari penyelenggara ketika dimintai keterangan,” tutur Jefri.
Jefri juga berharap agar hasil diskusi ini dapat segera direalisasikan mengingat waktu pelaksanaan Pilkada yang semakin dekat.
“Saya berharap ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi dapat segera diwujudkan oleh Bawaslu,” ujarnya.










