Buntut Pemberitaan Majalah Tempo, Ratusan Kader NasDem Sultra Datangi Kantor PWI

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co – Ratusan kader dan simpatisan Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi damai di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Rabu (15/4/2026). Aksi ini merupakan respons atas laporan utama Majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”.

Massa menilai pemberitaan tersebut tendensius dan menyudutkan marwah partai serta figur Surya Paloh.

Bacaan Lainnya
 

Ketua PWI Sultra, Sarjono, yang menerima langsung para pengunjuk rasa menyatakan bahwa pihaknya menghargai aspirasi tersebut sebagai bentuk kontrol publik terhadap pers. Sebagai konstituen Dewan Pers, PWI Sultra berkomitmen menindaklanjuti tuntutan massa sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami akan teruskan aspirasi ini ke Dewan Pers, serta menyampaikan tembusan ke kantor Tempo di Jakarta dan PWI Pusat,” ujar Sarjono di Kendari, Rabu (15/4/2026).

Sarjono menambahkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pengurus PWI Pusat terkait aksi ini. Ia menekankan bahwa jurnalisme harus bekerja di bawah koridor Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Pers.

“Kita menyadari teman-teman pers bekerja di bawah panji kode etik. Yang bisa menilai itu adalah publik, dan hari ini kontrol itu ada di depan mata kita. Mudah-mudahan masukan ini mendewasakan pers untuk publik yang sehat di masa depan,” lanjutnya.

Sekretaris DPW Partai NasDem, Tahir Lakimi

Sementara itu, Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi, mengkritik keras narasi yang dibangun Majalah Tempo. Menurutnya, penyebutan partai sebagai institusi komersial adalah upaya penggiringan opini yang menyesatkan.

“Kami membaca apa yang ditulis Tempo mengenai Surya Paloh. Terus terang, ini bukan lagi sekadar kritik, ini adalah upaya framing yang tendensius dan merendahkan kecerdasan publik,” tegas Tahir.

Ia juga menyinggung soal esensi nasionalisme yang menurutnya gagal dipahami oleh pihak redaksi. Tahir mengeklaim bahwa kontribusi Surya Paloh terhadap bangsa jauh lebih nyata dibanding narasi yang diproduksi untuk kepentingan pasar.

“Kebebasan tanpa tanggung jawab adalah bentuk kemunduran. Ketika fakta dipelintir dan persepsi dibangun tanpa dasar kuat, itu bukan jurnalisme, melainkan manipulasi opini,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, kader NasDem Sultra membawa dua poin tuntutan utama terhadap Majalah Tempo:

1. Menuntut Majalah Tempo meminta maaf secara tertulis kepada pimpinan dan Partai NasDem.

2. Meminta pimpinan Majalah Tempo untuk tidak mengulangi pemberitaan yang dianggap tidak akuntabel di masa mendatang.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan dari pihak kepolisian. PWI Sultra berjanji akan segera mengirimkan berkas tuntutan tersebut ke Jakarta dalam waktu dekat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait